Korupsi Dana Bencana Oknum BNPB, KPK: Barang Bukti Senilai Rp5,47 Miliar
Jakarta, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar terkait dugaan korupsi penyelewengan dana siap pakai (DSP) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Penyitaan masif ini merupakan hasil dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilancarkan tim penyidik KPK di lingkungan BNPB pada Selasa (13/10/2026).
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein, mengungkapkan barang bukti yang berhasil disita terdiri dari berbagai instrumen finansial, mulai dari mata uang asing, logam mulia, hingga tabungan digital dan kripto.
“Tim KPK turut mengamankan barang bukti lebih kurang mencapai Rp5,47 miliar,” ujar Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Penyidik KPK merinci secara mendalam barang bukti yang disita dari hasil penggeledahan dan OTT tersebut:
- Uang Tunai Rupiah & Valas: Rp3,35 miliar tunai, 7.500 dolar AS, serta 9.000 dolar Singapura.
- Emas Batangan & Tabungan Emas: 56 keping emas fisik seberat 133 gram (senilai Rp315,8 juta) serta tabungan emas 192 gram (senilai Rp452 juta).
- Aset Kripto: Aset digital bernilai sekitar Rp1,10 miliar.
Sebagian besar barang bukti tunai dan mata uang asing diamankan dari tersangka Gabriel Purwaka Sigit (GPS), yang menjabat Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
"Mata uang asing dan uang tunai ini lebih banyak didapatkan dari GPS selaku PPK. Aset tersebut diamankan dari dua safe deposit box (kotak penyimpanan aman) serta rekening bank," jelas Taufik.
5 Orang Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka
Dalam operasi tangkap tangan awal, penyidik KPK mengamankan total 15 orang, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian. Namun, setelah gelar perkara intensif, KPK menetapkan lima orang tersangka utama dalam skandal korupsi dana bencana ini.
1. Gabriel Purwaka Sigit (GPS) – Kasubdit Pengelolaan Bantuan & Dana Kedaruratan / PPK BNPB.
2. Bima Setiawan – Tenaga Ahli mantan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
3. Richard Erlangga – Tenaga Ahli Kepala BNPB.
4. Gery Prasetiawan – Direktur PT Trans Lintas Selaras (Pihak Swasta).
Sumber : tvonenews