Partai Gerindra berada di urutan pertama dalam simulasi pilihan partai politik pada survei Poltracking Indonesia yang dirilis 19 Oktober 2026. Dokumen resmi lembaga itu mencatat dukungan 22,9 persen untuk Gerindra, diikuti PDIP 13,4 persen dan Golkar 9,1 persen. Detik juga memberitakan hasil survei tersebut pada hari yang sama.

Angka partai teratas bukan satu-satunya bagian penting dari temuan ini. Sebanyak 24,2 persen responden masuk kategori tidak tahu atau tidak menjawab. Kategori tersebut perlu dibedakan dari dukungan kepada partai tertentu dan tidak bisa otomatis dianggap sebagai tambahan suara bagi salah satu partai.

Ruang Iklan 6

Pertanyaan survei meminta responden memilih partai atau calon legislatif DPR RI dari partai tertentu jika saat itu datang ke tempat pemungutan suara. Dengan rumusan tersebut, hasil menggambarkan jawaban pada saat pengumpulan data, bukan penetapan hasil pemilu mendatang.

Pengambilan data berlangsung pada 30 September sampai 7 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka dengan 1.220 responden. Poltracking menjelaskan penggunaan stratified multistage random sampling, dengan jangkauan 38 provinsi. Margin of error yang dilaporkan sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Di bawah tiga partai teratas, dokumen survei mencatat PKB 7,1 persen, PKS 5,8 persen, Demokrat 5,4 persen, dan NasDem 3,9 persen. Dalam laporan Detik, Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda Rasyid mengaitkan peluang masuk parlemen dengan asumsi ambang batas tetap empat persen. Pernyataan bersyarat itu bukan kepastian kelolosan partai.

Karena itu, pembacaan hasil perlu mempertahankan angka sebagaimana dicatat dalam dokumen: NasDem berada pada 3,9 persen, bukan empat persen. Waktu pengumpulan data, ketidakpastian survei, dan kelompok yang belum memberikan jawaban menjadi konteks penting sebelum menarik kesimpulan tentang peta dukungan partai.

Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.

Sumber dan verifikasi: Detik — laporan survei Poltracking — 2026-10-19, Poltracking Indonesia — rilis resmi 19 Oktober 2026 — 2026-10-19, Poltracking Indonesia — dokumen survei, halaman 80 — 2026-10-19