Pemerintah Kota Paris mengerahkan hampir 1.000 petugas kebersihan dan menyiapkan layanan darurat bagi pedagang setelah kekerasan serta penjarahan pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Dalam keterangan yang diperbarui Minggu, 18 Oktober, pemerintah kota menyebut penilaian kerusakan masih berlangsung sehingga besaran kerugian belum dapat dipastikan.

Detik pada 18 Oktober melaporkan bahwa demonstrasi di Prancis mengangkat kenaikan biaya hidup serta memburuknya layanan publik. Laporan itu membedakan peserta yang berunjuk rasa damai dari kelompok yang melakukan perusakan dan penjarahan. Karena itu, tuntutan sosial dalam demonstrasi tidak dapat disamakan begitu saja dengan tindakan kekerasan.

Ruang Iklan 6

Di Paris, pekerjaan pemulihan mencakup pembersihan jalan dan trotoar, pengangkutan puing, serta perbaikan ruang publik. Pemerintah kota menyatakan petugas sudah bekerja sejak malam, sementara sejumlah warga ikut membantu, termasuk di Place de la République. Keterangan tersebut memberi gambaran dampak langsung kerusuhan terhadap akses dan penggunaan ruang bersama.

Layanan darurat untuk pedagang akan mendata kerusakan, mendampingi urusan administrasi dan asuransi, serta membantu pemulihan kegiatan usaha. Pemerintah kota ingin melibatkan kamar dagang dan kamar kerajinan dalam mekanisme itu. Ini merupakan langkah pendampingan yang diumumkan pemerintah kota, bukan kepastian bahwa seluruh kerugian sudah dihitung atau diganti.

Secara terpisah, Kementerian Ekonomi Prancis mengumumkan pertemuan di Bercy pada Senin, 19 Oktober 2026 pukul 09.00 waktu setempat. Pertemuan yang dipimpin Serge Papin itu dijadwalkan mempertemukan perwakilan perdagangan, perajin, restoran, perbankan, dan asuransi untuk menilai kerusakan material serta dampak ekonomi dan membahas dukungan bagi usaha terdampak. Pengumuman tersebut masih berupa agenda, bukan hasil pertemuan.

Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.

Sumber dan verifikasi: Detik — 2026-10-18, Pemerintah Kota Paris — 2026-10-18, Kementerian Ekonomi Prancis — 2026-10-18