Pembakar Dupa Islam Awal: Tempat Temuan Membantu Menjelaskan Fungsi
Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.
Pembakar dupa dari masa Islam awal menyimpan petunjuk yang tidak selalu terlihat pada bentuknya: tempat benda ditemukan. Di Umm al-Walid, Yordania, temuan dalam bangunan istana membuka kemungkinan penggunaan dupa di luar kegiatan ibadah.
Betsy Williams, peneliti Departemen Seni Islam The Metropolitan Museum of Art, menjelaskan bahwa benda itu mungkin digunakan dalam upacara istana. Kata mungkin penting dipertahankan; lokasi penemuan mendukung penafsiran, bukan rekaman lengkap sebuah upacara.
Perunggu juga dibentuk menjadi ember dan mangkuk. Sebagian benda logam mencantumkan nama pembuat atau pemilik, tetapi kebanyakan tidak menyisakan petunjuk semacam itu. Keragaman teknik dan bentuk menunjukkan sejumlah pusat produksi sepanjang beberapa abad.
Banyak benda logam Islam awal masuk koleksi melalui pasar seni. Sebaliknya, temuan dengan konteks arkeologis memberi pijakan tambahan untuk memahami kegunaannya, sebagaimana pembakar dupa dari Umm al-Walid.
Saat melihat artefak semacam ini, pembaca dapat memisahkan tiga hal: bentuk bendanya, lokasi penemuannya, dan fungsi yang ditafsirkan peneliti. Pembakar dupa tidak otomatis membuktikan kegiatan keagamaan; konteks istana justru memperluas kemungkinan pemakaiannya.
Kontributor : Haninas