Macron Bedakan Tuntutan Demonstran dan Kekerasan, Siapkan Dialog
Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan tuntutan demonstran perlu didengar tanpa membenarkan perusakan dan penjarahan. Dalam pidato kepada rakyat pada Minggu, 18 Oktober 2026, yang dipublikasikan Istana Élysée, ia mengumumkan rencana dialog pemerintah dengan unsur pendidikan, pekerja, dan dunia usaha setelah kekerasan sehari sebelumnya.
Detik sebelumnya melaporkan rencana pidato itu setelah pertemuan Macron dengan sejumlah menteri. Laporan tersebut terbit pada 18 Oktober pukul 19.06 WIB. Naskah pidato resmi kemudian memperlihatkan dua arah respons pemerintah: penegakan hukum atas kekerasan dan pembahasan tuntutan sosial.
Menurut naskah Élysée, perdana menteri akan mempertemukan pelajar, mahasiswa, guru, organisasi pengusaha dan serikat pekerja, pemerintah daerah, serta anggota parlemen. Mereka dijadwalkan bekerja bersama pemerintah untuk merumuskan usulan konkret. Pengumuman ini belum merupakan hasil dialog atau rincian kebijakan bantuan yang sudah berlaku.
Macron mengaitkan keresahan demonstran dengan biaya hidup dan harga bahan bakar. Ia juga menyinggung kecemasan kaum muda tentang pendidikan dan masa depan. Meski mengakui legitimasi tuntutan tersebut, ia menegaskan bahwa pelanggaran harus ditindak melalui proses peradilan dan meminta kelompok politik serta organisasi profesi menyerukan ketenangan.
Laporan pembanding Deutsche Welle pada 18 Oktober juga mencatat pembedaan Macron antara demonstran dengan tuntutan yang sah dan pelaku perusakan. DW menyebut demonstrasi mempertemukan keluhan mengenai harga bahan bakar, upah, serta kondisi belajar. Dengan demikian, agenda dialog yang diumumkan masih perlu dibedakan dari pemulihan keamanan dan penanganan kerusakan fisik.
Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.
Sumber dan verifikasi: Detik — 2026-10-18, Istana Élysée — 2026-10-18, Deutsche Welle — 2026-10-18