Pasien kanker payudara di Gaza menghadapi keterlambatan diagnosis dan perawatan akibat kelangkaan obat serta terbatasnya pemeriksaan. Di Deir el-Balah, Hiba Musbah, 36 tahun, mengatakan kondisinya memburuk sambil menunggu pengobatan di luar Gaza, dalam wawancara yang terbit 22 Oktober 2026.

Musbah telah menjalani tujuh putaran kemoterapi. Ia mengatakan belum memperoleh pemeriksaan CT selama tiga bulan karena keterbatasan alat dan tidak mampu membayar pemeriksaan swasta.

Ruang Iklan 6

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan pada 1 Oktober bahwa kerusakan berulang mesin mamografi dan kelangkaan bahan laboratorium membatasi deteksi dini. Obat kemoterapi, terapi hormonal, dan terapi target juga tidak tersedia atau sangat langka, sedangkan radioterapi sama sekali tidak tersedia.

Kementerian itu memperingatkan bahwa pencatatan kasus baru belum menggambarkan jumlah penderita sebenarnya karena layanan skrining melemah. Berkurangnya kasus yang terdeteksi tidak otomatis berarti penyakit berkurang.

Musbah mengatakan telah menunggu sekitar dua tahun untuk berobat ke luar Gaza. Proses evakuasi dikoordinasikan WHO dan Kementerian Kesehatan Gaza, lalu berkas pasien diajukan kepada Israel untuk pemeriksaan keamanan dan persetujuan.