JAKARTA — Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur dasar dan kesejahteraan warga Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Penyediaan sumur bor, jalan desa dan revitalisasi sekolah menjadi perhatian.

Kepala BNPPDT Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa inspeksi dilakukan untuk mengevaluasi kondisi wilayah dan pekerjaan yang masih diperlukan. Penjelasan itu disampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (22/10/2026), sebagaimana diberitakan ANTARA.

Ruang Iklan 6

Lokasi yang ditinjau meliputi Pos Pengamanan Perbatasan Miangas, SMP Nanusa Miangas, Titik Nol Pulau Miangas serta kantor Border Crossing Station. Temuan lapangan dihimpun untuk mengkaji kebutuhan kawasan perbatasan Indonesia–Filipina tersebut.

Bagi warga, tahap ini masih berupa pemetaan persoalan dan pembahasan langkah lanjutan. Maruli menyebut kemungkinan program untuk tahun berikutnya akan didiskusikan; identifikasi kebutuhan itu belum berarti seluruh pekerjaan sudah diputuskan untuk dilaksanakan.

BNPPDT juga akan melanjutkan peninjauan ke kawasan perbatasan lain. Hasilnya diharapkan memberikan gambaran lebih menyeluruh untuk evaluasi dan penyusunan program, dengan kebutuhan masyarakat sebagai pertimbangan perencanaan pembangunan.