Pada kaca hias dari Mesir dan Suriah abad ketujuh hingga kesembilan, warna bukan semata lapisan yang menempel. Pigmen mengandung perak atau tembaga dipanaskan hingga bereaksi dengan kaca dan memberi warna yang menjadi bagian dari bahannya.

Benda kaca terlebih dahulu dibentuk, baru dihias memakai kuas atau pena. Pembakaran berikutnya harus cukup untuk menetapkan hiasan tanpa merusak bentuk wadah. Untuk teknik pewarnaan ini, perajin menggunakan suhu rendah.

Ruang Iklan 6

Menurut kajian Metropolitan Museum of Art, sebutan luster-painted tidak berarti hasilnya benar-benar berkilau metalik. Pigmen justru terserap di bawah permukaan melalui reaksi kimia. Banyak contoh berupa kaca pucat dengan hiasan cokelat atau kekuningan.

Pigmen berbasis perak mula-mula menghasilkan kuning, lalu warna ambar hingga cokelat tua. Pigmen tembaga dapat cepat menjadi merah, tetapi pembakarannya lebih sulit dikendalikan. Waktu dan suhu menjadi penentu, bukan hanya kecakapan menggambar.

Dinding kaca yang transparan juga dimanfaatkan: pigmen pada kedua sisi wadah terbuka dapat menonjolkan garis dan membentuk bayangan halus. Teknik ini membantu membedakan pewarnaan bahan dari pengecatan permukaan.