Subang, Jalancagak.com

jika Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Teheran.

Teheran dan Washington masih terjebak dalam jalan buntu. Meskipun kedua negara tampaknya tidak ingin kembali ke perang berskala penuh.

kami tentu akan mengubah persenjataan dan cakupan wilayah perang," kata juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (21/9/2026).

Mohebbi menambahkan bahwa pasukan IRGC siap menghadapi "perang berkepanjangan:. Dia juga menyatakan bahwa "pasti akan ada perubahan signifikan dalam pertahanan dan serangan balasan kami" jika terjadi serangan baru dari AS.

dan dunia akan terkejut," cetusnya.

" ujar Mohebbi dalam pernyataannya.

Iran Ingatkan Pembalasan Terus-Menerus Jika AS Lanjutkan Serangan

yang menjadi pusat komando terpadu militer Iran, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi yang mengindikasikan AS telah memutuskan untuk kembali melancarkan seragan terhadap Iran.

Amerika yang kriminal sekali lagi telah memutuskan untuk melanjutkan langkah-langkah terhadap Iran, dengan lampu hijau dari sejumlah negara kawasan, dalam sebuah pertemuan gabungan di sebuah negara Eropa," sebut Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB.

Ditegaskan oleh Iran bahwa setiap serangan AS akan memicu pembalasan yang berkelanjutan terhadap pangkalan dan kepentingan Washington di Timur Tengah.

" demikian bunyi peringatan yang disampaikan Angkatan Bersenjata Iran.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya juga memperingatkan bahwa negara-negara kawasan akan dianggap "terlibat" jika mereka "berpihak pada agresi" AS.

maka mereka semua akan dianggap terlibat dalam tindak kejahatan ini dan tidak dapat lagi mengharapkan sikap menahan diri atau kesantunan dari Angkatan Bersenjata Iran yang tangguh," tegas Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8672522/jika-as-menyerang-iran-bakal-pakai-senjata-baru-dan-incar-target-baru