Subang, Jalancagak.com

Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), lumpuh total. Puluhan perwakilan masyarakat Krayan menggeruduk gedung DPRD Kaltara bahkan menyatakan akan keluar dari NKRI jika pemerintah tak segera membenahi infrastruktur.

tokoh masyarakat Krayan, Marli, mengatakan jalan penghubung Krayan Induk, Barat, Selatan, dan Tengah saat ini sudah tidak bisa dilalui sama sekali. Hal ini memicu efek domino yang melumpuhkan sektor vital, seperti ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

bensin naik. Terus PLN juga hanya 4 jam saja menyala di Krayan Selatan karena disesuaikan dengan kondisi minyak. Bantuan ke sana sekarang cuma bisa lewat penerbangan perintis MAF," kata Marli seusai rapat dengar pendapat (RDP) di Tanjung Selor, Selasa (14/7/2026), dilansir detikKalimantan.

kepala adat, hingga kepala desa ini tidak main-main. Mereka menempuh perjalanan darat yang berat menggunakan motor dari Krayan menuju Malinau, lalu menyeberang ke Tarakan hingga akhirnya tiba di Tanjung Selor demi menyuarakan aspirasi warga.

kalau pemerintah tidak mau memikirkan Krayan atau menganggap kami manusia, buatlah pernyataan baik-baik. Atau kata kasarnya, lepaslah Krayan dari NKRI ini. Siapa tahu Palestina atau Israel mau membangun Krayan," kata Marli.

Marli menegaskan bahwa warga Krayan menuntut penetapan status tanggap darurat jalan dan komitmen secara tertulis terkait kucuran dana perbaikan jalan. Warga juga mendesak agar ke depan, anggaran infrastruktur tidak lagi sekadar untuk pemeliharaan rutin yang cepat rusak, melainkan peningkatan kualitas seperti pengerasan batu.

kami akan kembali menduduki kantor DPRD sampai ada penjelasan. Kami menuntut pernyataan itu tertulis sebagai pegangan untuk dibawa pulang ke Krayan. Mereka (warga) tidak mau dengar lisan saja," ujarnya.

Kabupaten Nunukan, yang menuntut perbaikan jalan lingkar provinsi. Jufri memastikan DPRD Kaltara akan menekan Pemprov agar anggaran perbaikan jalan tersebut diakomodir dalam APBD Perubahan 2026.

Pemprov dan DPRD akan menganggarkan. Itu tidak ada tawar-menawar, harus, karena memang kondisinya sangat parah," kata Jufri, Selasa malam.

Jufri juga memperingatkan Pemprov Kaltara untuk mulai memberikan perhatian serius terhadap wilayah perbatasan. Ia menegaskan, meski APBD terbatas, pemerintah wajib melakukan pemeliharaan untuk menutup akses jalan yang berlubang dan rusak parah.

Baca berita selengkapnya di sini dan di sini.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8574258/warga-nunukan-protes-jalan-lumpuh-total-geruduk-dprd-kaltara