Subang, Jalancagak.com

Serangan pesawat tak berawak Israel menargetkan kantor polisi di kamp Jabalia di Gaza utara, menewaskan sedikitnya delapan orang, menurut pejabat setempat.

Serangan itu terjadi Selasa sore di al-Faluja di Jabalia barat, kata Hani Mahmoud dari Al Jazeera, melaporkan dari Kota Gaza.

Di antara mereka yang tewas adalah setidaknya enam personel polisi, termasuk direktur stasiun tersebut, menurut Kementerian Dalam Negeri Gaza.

Seorang warga sipil juga tewas, kata kementerian itu. Mereka menyebut serangan itu sebagai “pembantaian mengerikan terhadap petugas dan anggota kepolisian”.

AFP mengutip Pertahanan Sipil Palestina di Gaza yang mengatakan total delapan orang tewas dalam serangan itu, termasuk seorang petugas wanita, dan jenazah mereka dipindahkan ke Rumah Sakit al-Shifa.

“Tugas mereka adalah menjaga semacam hukum dan ketertiban serta organisasi di daerah yang dikenal sebagai pasar di tengah kamp pengungsian,” kata Mahmoud dari Al Jazeera.

Serangan di Jabalia adalah yang terbaru dari serangkaian serangan mematikan Israel yang terjadi hampir setiap hari di Gaza dan terus berlanjut meskipun ada “gencatan senjata” yang disepakati pada Oktober lalu.

Sebelumnya hari ini, serangan udara Israel di wilayah Khan Younis di Gaza selatan menewaskan satu pria dan melukai tiga lainnya, termasuk seorang anak-anak dan seorang wanita, lapor kantor berita Palestina Wafa. Secara terpisah, seorang pria lainnya meninggal karena luka akibat tembakan Israel dua hari sebelumnya di daerah yang sama, kata Wafa.

Sementara itu, tembakan Israel menewaskan seorang anak di daerah al-Mawasi Khan Younis, lapor Wafa, sehingga total korban tewas hari ini di daerah kantong tersebut menjadi 11 orang.

Anak tersebut – berusia 10 tahun – terkena tembakan senapan mesin berat dan meninggal sebelum kerabatnya dapat segera membawanya ke rumah sakit, kata Mahmoud.

Dia “terluka parah dan berdarah”, kata Mahmoud.

"Pada saat kerabatnya menjemputnya dan membawanya ke Rumah Sakit Nasser, dia sudah meninggal. Hanya seorang anak lagi, keluarga lain yang berduka, satu lagi pengingat akan korban jiwa akibat tindakan genosida yang sedang berlangsung."

Perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan sedikitnya 73.233 orang dan melukai 173.707 orang, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan yang dirilis Selasa sebelumnya. Setidaknya 1.110 dari korban tersebut telah terbunuh sejak gencatan senjata pada bulan Oktober berlaku, kata kementerian tersebut.

Artikel Telah Tayang di : https://www.aljazeera.com/news/2026/7/14/israeli-attack-on-north-gaza-police-station-kills-eight