Sultan Minta Warga Cermati Biaya dan Risiko Sebelum Memilih Produk Keuangan
Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.
YOGYAKARTA — Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat memahami biaya, kewajiban, dan risiko sebelum memilih produk keuangan. Pesan itu disampaikan dalam Financial Expo dan puncak Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Yogyakarta, Minggu (18/10/2026).
Sultan mengaitkan pengelolaan uang dengan nilai Gemi, Nastiti, Ngati-ati. Keluarga diajak membedakan kebutuhan dari keinginan, mengendalikan pengeluaran, serta menyisihkan penghasilan untuk masa depan.
Kecermatan tersebut, menurut Sultan, perlu diterapkan ketika memilih tabungan, pembiayaan, asuransi, maupun investasi. Kemudahan layanan harus dibarengi perlindungan data pribadi, pemeriksaan legalitas penyedia, dan pertimbangan kemampuan membayar sebelum berutang.
Bagi pengguna layanan, Sultan menekankan hak memperoleh penjelasan jujur, produk yang sesuai kebutuhan, serta pendampingan saat menghadapi masalah. Ia meminta lembaga keuangan mendengarkan kebutuhan warga, termasuk pedagang kecil yang memerlukan angsuran sesuai perputaran usaha.
Sultan juga mengharapkan edukasi berlanjut setelah pameran. Pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan diminta memastikan pendampingan menjangkau pasar, sekolah, hingga kalurahan; keberhasilan inklusi tidak hanya dilihat dari rekening dan transaksi, tetapi juga kemampuan warga mengelola uang.
Kontributor : Haninas