Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong kerja sama pengolahan sampah menjadi energi yang disertai alih pengetahuan dan teknologi. Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/10/2026), ia menekankan kemampuan tenaga kerja Indonesia, bukan sekadar pembelian peralatan.

Dorongan itu disampaikan setelah kunjungan ke Sanfeng Environment Group di Chongqing, Tiongkok. Iftitah menginginkan tenaga di dalam negeri mampu menjalankan, memelihara, hingga mengembangkan teknologi secara mandiri.

Ruang Iklan 6

Kementerian Transmigrasi juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam untuk menjajaki kerja sama dengan mitra teknologi. Menurut Iftitah, kebutuhan pengelolaan lingkungan di kota tersebut meningkat bersama pertumbuhan penduduk dan kegiatan industri.

Penjajakan tersebut belum merupakan keputusan pembangunan proyek. Kajian teknis, ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan diperlukan sebelum rencana dapat diputuskan. Penerapan teknologi juga harus memperhitungkan karakter sampah, emisi, residu, serta keterkaitannya dengan pemilahan dan daur ulang.

Bagi Iftitah, kesiapan manusia menjadi ukuran penting keberhasilan investasi. Fasilitas pengolahan perlu menjawab kebutuhan masyarakat dan kesiapan daerah, bukan berhenti pada pemasangan mesin.