Harga kakao di Kabupaten Lebak, Banten, naik dari Rp40 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram di tengah kemarau. Namun, kenaikan harga berlangsung saat petani belum memasuki panen dan pasokan yang diperdagangkan masih terbatas.

Asen, pedagang hasil perkebunan di Pasar Baru Rangkasbitung, mengatakan pada Minggu (18/10/2026), rata-rata kakao yang ditampung dari petani hanya sekitar 100 kilogram dalam sepekan. Menurutnya, petani menjual kakao kering dari hasil panen sebelumnya dalam jumlah kecil.

Ruang Iklan 6

Saleh, petani dari Warunggunung, menjual 10 kilogram kakao yang tersisa dari panen Februari 2026. Ia memiliki 50 pohon dan menyebut hasilnya bisa mencapai sekitar 50 kilogram saat panen.

Saleh mengatakan kebunnya belum kembali panen selama sekitar lima bulan kemarau, sementara biasanya panen berlangsung dua musim setahun. Kondisi itu memperlihatkan bahwa harga yang lebih tinggi belum berarti petani sedang memiliki hasil panen baru untuk dijual.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mendorong pengembangan perkebunan kakao untuk mendukung ekonomi daerah. Ia berharap Lebak dapat menjadi sentra kakao dengan dukungan lahan yang tersedia.