Subang, Jalancagak.com

Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan sikapnya yang marah-marah dalam rapat terkait Pansus Haji DPR tahun 2024. Yaqut mengaku meminta siapapun yang menerima uang dan bermain-main dengan haji untuk mengaku di rapat tersebut.

Ahmad Bahiej, yang hadir sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/9/2026). Rapat yang dimaksud Yaqut merupakan rapat yang digelar di Hotel Yuan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

saudara saksi, tadi disampaikan ketika pertemuan di Hotel Pasar Baru di Hotel Yuan, saya menyatakan kemarahan saya. Saya menyampaikan kemarahan saya atas apa tadi kalau bahasanya saudara saksi?" tanya Yaqut.

Yaqut meluruskan amarahnya bukan terkait penyelewengan. Yaqut mengatakan amarahnya tersebut terkait siapa yang main-main dengan haji dan menerima uang untuk mengaku di rapat tersebut.

Yaqut meminta jika ada peserta rapat yang menerima uang harus menaruhnya di meja rapat tersebut atau menemuinya di luar ruang rapat. Bahiej mengatakan tak pernah ada perintah mengumpulkan uang untuk Pansus Haji DPR dari Yaqut.

bukan penyelewengan. Saya sampaikan pada waktu itu kemarahan saya: siapa yang main-main dengan haji, siapa yang menerima uang ngaku sekarang. Kalau ada yang terima uang taruh di atas meja, pertanggungjawabkan di depan saya," kata Yaqut.

kalau tidak ada yang ngomong pada ruangan ini, temui saya di luar. Itu persisnya, tapi secara substansi kurang lebih seperti itu. Pak Bahiej, pernah mendengar nggak saya ini perintah di dalam ruangan itu, di ruangan di Hotel Pasar Baru Yuan itu, saya perintah untuk mengumpulkan uang untuk keperluan sesuatu, mungkin untuk keperluan Pansus, pernah ada perintah itu nggak ke saya?" tanya Yaqut.

Ahmad Bahiej mengungkap amarah eks Menag Yaqut dalam sebuah rapat usai muncul Pansus Haji DPR tahun 2024. Bahiej mengatakan Yaqut melarang peserta rapat membawa pulang catatan dalam bentuk apapun dari ruang rapat tersebut.

Jakarta Pusat. Dia mengatakan Yaqut memberikan pernyataan terakhir dalam kondisi marah di rapat tersebut.

selain teknis yang disampaikan Pak Alex gitu ya, Pak Ishfah Abidal Aziz, apa yang disampaikan oleh Menteri Agama saat itu?" tanya Mellisa.

kalau tidak salah malam Kamis itu rapatnya, hanya dihadiri oleh Pak Menteri, para Stafsus, Staf Ahli, Tenaga Ahli, para Tenaga Ahli, para Stafsus. Kemudian yang Eselon I itu Dirjen Haji, kemudian Sekretaris Jenderal, Inspektorat Jenderal. Kemudian yang Eselon 2 para Direktur di PHU," kata Bahiej.

kemudian Pak Fauzin selaku Kepala Biro HDI, dan Pak Nuruddin sebagai Kepala Biro Ortala. Pada saat itu ada pernyataan-pernyataan begitu dari yang hadir, saya mendengarkan. Pak Menteri sebagai kalimat akhir, karena pada saat itu Pak Menteri marah," lanjutnya.

Bahiej mengatakan Yaqut bilang Pansus haji sudah menjadi bola salju yang besar. Dia mengatakan Yaqut melarang seluruh peserta rapat mencatat dalam bentuk apapun di rapat tersebut.

Bahiej mengaku membakar kertas catatan yang sempat ditulisnya dalam rapat tersebut karena adanya larangan dari Yaqut. Bahiej mengatakan Yaqut sempat menyinggung soal penyelewengan.

jadi 'Ngaku saja di sini, siapa yang menyeleweng?'" jawab Bahiej.

'oh, kok ada penyelewengan?' Begitu, apakah ada penyelewengan, baru tahu. Kemudian peserta rapat diam semua. 'Ini Pansus sebuah keniscayaan dan sudah menjadi bola salju yang semakin besar'. Jadi itu. Kemudian yang kedua, Pak Menteri melarang peserta yang hadir di situ untuk mencatat. Padahal saya sudah mencatat di nota, di nota di hotel itu saya catat," ujar Bahiej.

akhirnya saya bakar catatan itu. Tetapi yang saya masih ingat adalah Pak Menteri marah dan menyatakan 'siapa yang menyeleweng, ngaku saja di sini', begitu. Tapi tidak ada yang menyatakan kata-kata. Kemudian 'kalau misalnya tidak ada yang mengaku, kita hadapi bersama-sama Pansus, tetapi nanti tanggung jawab sendiri sendiri' begitu," lanjut Bahiej.

Bahiej mengatakan rapat itu digelar karena adanya isu Pansus Haji DPR. Dia mengatakan rapat dihadiri sekitar 15-20 orang.

apakah penyampaian dari beliau atau yang lain?" tanya Mellisa.

tidak. Kalau teknis-teknis tidak. Itu karena ada isu Pansus dan kemudian Pak Menteri Agama mengumpulkan JPT-JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi) yang terkait," jawab Bahiej.

"Ada berapa orang totalnya yang hadir itu?" tanya Mellisa.

Bahiej kini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Tidak ada yang mengaku saat itu?" tanya Mellisa.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8647583/eks-menag-yaqut-jelaskan-soal-marah-marah-di-rapat-usai-ada-pansus-haji