Wali Kota Hebron Sebut 2.200 Warga Terpaksa Tinggalkan Rumah
Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.
Sebanyak 2.200 warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah di Hebron, Tepi Barat yang diduduki, menurut Wali Kota Yousef al-Ja’bari pada 24 Oktober 2026. Israel menutup akses kota dan melancarkan penggerebekan setelah dua tentaranya tewas.
Warga mengatakan tentara menyampaikan perintah evakuasi melalui pengeras suara larut malam. Mereka mengaku tidak memiliki waktu mempersiapkan diri dan hanya mempunyai sedikit pilihan tempat mengungsi.
Al-Ja’bari mengatakan penduduk tidak dapat keluar ataupun masuk Hebron. Otoritas Palestina menyebut penghancuran rumah, pengungsian paksa, dan pengepungan kota sebagai hukuman kolektif serta meminta intervensi internasional.
Penutupan diperintahkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah dua pria bersenjata Palestina menyerang pangkalan pasukan cadangan Israel. Kedua penyerang dan dua tentara Israel tewas dalam peristiwa itu.
Operasi juga menjangkau wilayah lain di Tepi Barat. Palestinian Prisoners’ Society menyatakan sekitar 70 warga Palestina ditangkap dalam penggerebekan tersebut.
Kontributor : Haninas