Keluarga pengungsi Palestina di Tulkarem, Tepi Barat yang diduduki, kesulitan memenuhi kebutuhan makan setelah bantuan Program Pangan Dunia atau WFP terhenti. Kesaksian mereka dimuat Al Jazeera pada 24 Oktober 2026.

Rabab Qasim dan suaminya, Talib Abu Sarriya, tinggal bersama tiga anak di sebuah gedung sekolah. Mereka mengatakan tidak menerima bantuan selama tiga bulan; Talib menyebut keluarganya kerap tidur dalam keadaan lapar.

Ruang Iklan 6

WFP memangkas separuh jumlah penerima bantuan pangan di Tepi Barat pada September karena kekurangan dana. Lembaga PBB itu menyatakan sebagian keluarga telah berhenti menerima bantuan sebelum pengumuman resmi.

WFP menegaskan penghentian bantuan bukan berarti penerimanya tidak memenuhi syarat. Keterbatasan sumber daya membuat lembaga tersebut tidak mampu menjangkau seluruh keluarga yang membutuhkan.

WFP masih membantu 200.000 warga melalui transfer tunai, kupon, pasokan pangan, serta layanan lain. Bagi keluarga yang kehilangan penghasilan, terputusnya bantuan menambah tekanan saat biaya obat dan kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi.