Subang, Jalancagak.com

penguatan jaringan listrik, kepastian regulasi, serta masuknya investasi dan teknologi dalam skala besar.

New York dengan tema From Pledge to Panel: How Indonesia Can Deliver on Its 100GW Solar Ambition

Indonesia telah memasuki tahap pelaksanaan program PLTS 100 GW. Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peletakan batu pertama program tersebut secara serentak di 15 lokasi, dengan tahap awal sekitar 5,2 GWp yang saat ini memasuki proses konstruksi.

tersambung ke jaringan, dan menghasilkan listrik berdasarkan kontrak yang telah disepakati," ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

peluang investasi energi terbarukan di Indonesia terbuka dalam skala besar. Rencana penyediaan tenaga listrik 2025 sampai 2034 membawa kebutuhan investasi sekitar US$180 miliar, dengan sekitar 73 persen kapasitas pembangkit baru terbuka bagi independent power producers. Kondisi ini memberikan ruang yang luas bagi pengembang swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan sistem kelistrikan Indonesia.

Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sekitar 3.600 GW, termasuk sekitar 3.286 GW potensi tenaga surya. Sementara kapasitas energi terbarukan yang telah dioptimalkan baru berada di kisaran 7 GW. Eddy melihat kesenjangan tersebut sebagai ruang investasi yang sangat besar.

memberikan kejelasan regulasi, dan menjaga konsistensi kebijakan," kata Eddy.

percepatan tersebut membutuhkan tiga agenda utama. Pertama, membuka ruang yang lebih besar bagi modal swasta. Kedua, membangun kerangka regulasi yang mendukung corporate offtake atau pembelian listrik terbarukan oleh perusahaan. Ketiga, memperkuat dan memodernisasi jaringan listrik bersama PLN agar mampu mengakomodasi pertumbuhan pembangkit energi terbarukan.

7 juta green jobs dan memberikan tambahan sekitar 0,1 sampai 0,7 persen terhadap pertumbuhan PDB tahunan. Indonesia juga memiliki posisi strategis dalam rantai pasok mineral kritis yang dibutuhkan untuk mendukung transisi energi.

ia menjelaskan bahwa kemitraan internasional untuk mempercepat energi terbarukan Indonesia perlu diarahkan pada tiga kebutuhan konkret, yaitu modal, teknologi dan manufaktur, serta permintaan listrik.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8677937/waka-mpr-tekankan-pentingnya-percepat-realisasi-program-plts-100-gw-ri