Subang, Jalancagak.com

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah "hampir sepenuhnya menghentikan" rencana pengembangan senjata nuklir. Klaim ini disampaikan Trump meskipun Teheran telah berulang kali menegaskan mereka tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir.

yang telah berkecamuk selama delapan bulan terakhir.

seperti yang Anda ketahui, Iran hampir sepenuhnya menghentikan rencana pengembangan senjata nuklir," sebut Trump saat berbicara kepada wartawan, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (5/10/2026).

dalam pernyataan pada Sabtu (3/10), juga mengklaim bahwa harga minyak sedang turun, setelah sebelumnya melonjak drastis akibat serangan skala besar yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

dan bahkan lebih rendah dibandingkan masa pemerintahan (Presiden Joe) Biden, yang tidak berbuat apa-apa untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir," ucapnya.

bulan lalu, untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

dan menawarkan untuk mengencerkan pasokan uranium yang telah diperkaya di bawah pengawasan internasional.

Iran tetap bersikeras tidak akan berkompromi mengenai program nuklir sipilnya yang bertujuan damai, ataupun memberikan konsesi struktural, kecuali jika AS mencabut sanksi ekonominya.

Iran Tegaskan Tak Ada Pembahasan Nuklir dengan AS

Esmaeil Baghaei, menegaskan pada Minggu (4/10) bahwa Teheran tidak sedang melakukan pembahasan nuklir dengan Washington.

sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi AS.

Baghaei mengatakan Iran kini lebih fokus pada masalah Selat Hormuz. Dia menyebut bahwa Tehean telah menyampaikan klarifikasi mengenai sikap umumnya melalui mediator, namun masih ada poin-poin yang perlu dikomunikasikan dengan Washington.

khususnya terkait isu nuklir. Kami telah menyampaikan kepada mereka bahwa fokus kami pada tahap ini adalah masalah Selat Hormuz, dan pemulihan keamanan di jalur perairan tersebut memerlukan langkah-langkah nyata dari AS," sebutnya.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8693148/trump-klaim-iran-setop-rencana-kembangkan-senjata-nuklir