Subang, Jalancagak.com

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali memerintahkan penambahan jumlah pasukan militer negaranya. Penambahan ini terjadi saat Rusia masih berperang di Ukraina.

Selasa (29/9/2026), Putin telah menandatangani dekrit pada Senin (28/9) yang memerintahkan penambahan jumlah personel militer Rusia sebanyak 15.500 orang. Ini merupakan perintah keempat semacam itu dari Putin sepanjang tahun ini.

baik di pihak Rusia maupun Ukraina, meningkat. Perang sendiri yang berkecamuk lebih dari 4,5 tahun terakhir.

Dekrit yang diteken Putin itu tidak mencantumkan alasan di balik penambahan jumlah pasukan militer Rusia ini.

termasuk 1.550.500 personel militer," demikian bunyi dekrit yang telah ditandatangani Putin tersebut.

Juni, dan Juli. Jika digabungkan, maka total penambahan pasukan Rusia sejak Maret lalu mencapai 47.860 tentara.

karena penggunaan drone secara luas di garis depan membuat pergerakan pasukan dalam skala besar dan cepat menjadi hampir mustahil.

Ukraina juga berulang kali menuduh Rusia sedang mempersiapkan mobilisasi militer lagi. Tuduhan Kyiv itu disebut oleh Putin sebagai 'disinformasi'.

Putin terakhir kali memerintahkan mobilisasi pasukan cadangan Rusia pada tahun 2022 menyusul serangkaian kemunduran militer di medan pertempuran di Ukraina.

Putin Nyatakan Tak Akan Perang dengan Eropa

Putin sebelumnya juga menegaskan Rusia tidak sedang bersiap untuk konflik 'apa pun' dengan Eropa. Penegasan Putin ini menepis peringatan dari sejumlah negara anggota aliansi NATO di Eropa mengenai potensi serangan Rusia terhadap wilayah-wilayah aliansi militer tersebut.

Putin menyatakan Moskow 'tidak memiliki motif nyata' untuk meningkatkan ketegangan. Dia juga mengkritik negara-negara Eropa yang beranggapan sebaliknya.

meyakini bahwa mereka harus bersiap menghadapi permusuhan, atau perang melawan Rusia," kata Putin saat berbicara kepada wartawan di Saint Petersburg pada Jumat (25/9) waktu setempat.

" tegas Presiden Rusia tersebut.

Jerman menuduh Rusia merencanakan serangan drone di bandara Leipzig pada Agustus lalu.

Polandia memperingatkan Moskow dapat meluncurkan drone dan rudal ke negara-negara yang mendukung Ukraina. Putin menambahkan bahwa Moskow sedang mempertimbangkan sikap terkait kemungkinan melanjutkan perundingan damai dengan Kyiv, menyusul serangan-serangan Ukraina baru-baru ini terhadap Rusia.

iya, semua opsi itu tersedia, dan semuanya mungkin saja dilakukan -- namun setelah segala tindakan yang mereka lakukan, kami akan mempertimbangkan dengan cermat langkah apa yang perlu kami ambil sebagai tanggapan," ujar Putin dalam pernyataannya.

Simak juga Video 'Putin Tegaskan Rusia Tak Punya Rencana Serang Eropa: Tak Ada Motifnya':

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8685147/titah-putin-agar-pasukan-militer-rusia-ditambah