Subang, Jalancagak.com

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan membeli senjata senilai Rp 33 triliun ke Amerika Serikat (AS). Pembelian ini dilakukan Saudi di tengah situasi Timur Tengah yang terus memanas akibat perang AS dengan Iran.

Kamis (16/7/2026), Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan senjata senilai US$ 1,96 miliar atau sekitar Rp 33,5 triliun). Sistem persenjataan ini untuk memperkuat pertahanan udara Arab Saudi.

" kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah rilis.

yang oleh situs web Angkatan Laut AS digambarkan sebagai "cara yang murah untuk menghancurkan target sambil membatasi kerusakan tambahan dalam pertempuran jarak dekat."

dan meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan AS, dan pasukan regional dan NATO lainnya," kata rilis Deplu AS tersebut.

setelah mereka menembakkan rudal ke bandara di kota Abha, Arab Saudi selatan, pada hari Senin lalu.

Ayatollah Ali Khamenei dengan delegasi Houthi di dalamnya. Kelompok Houthi yang didukung Iran, menyalahkan Saudi atas serangan tersebut.

setelah memberlakukan kembali blokade angkatan laut seiring kedua musuh tersebut kembali berperang.

Situasi di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir kembali panas. Militer AS dan Iran kembali saling serang.

dalam gelombang serangan terbaru pada Rabu (15/7) malam, militer Amerika Serikat menargetkan fasilitas militer Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan fasilitas militer Iran digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

pasukan AS meluncurkan operasi serangan gelombang kedua hari ini terhadap Iran. Serangan-serangan tersebut menargetkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas secara bebas melalui Selat Hormuz, sebuah jalur air internasional yang sangat penting bagi perdagangan global," tulis akun Komando Pusat AS.

Mehr, melaporkan suara ledakan terdengar di kota Ahvaz, dekat perbatasan dengan Irak. Ahvaz telah berulang kali menjadi sasaran pasukan AS sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini.

ledakan juga terdengar di Chabahar setelah rudal-rudal AS menghantam sebuah menara pengawas angkatan laut di kota Chabahar. Menara pengawas tersebut merupakan fasilitas sipil yang digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.

demikian dilaporkan oleh kantor berita Iran, Mehr, seraya menambahkan bahwa proyektil-proyektil AS menghantam sebuah lokasi di dekat kota tersebut.

Iran kemudian memberikan serangan balasan. Militer Iran menyatakan bahwa mereka menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania dengan drone bunuh diri.

mereka menargetkan sistem komunikasi dan fasilitas penyimpanan bahan bakar militer AS di Yordania dengan menggunakan drone bunuh diri (kamikaze)," lapor televisi pemerintah Iran, IRIB, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/7).

Tidak ada keterangan mengenai kerusakan maupun ada tidaknya korban yang ditimbulkan dari serangan drone bunuh diri Iran itu.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8577574/timur-tengah-terus-memanas-bikin-saudi-borong-senjata-as