Subang, Jalancagak.com

Jakarta, - Pemerintah mulai menggeber pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu tumpuan ambisi mencapai swasembada garam nasional.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Muhammad Qodari mengatakan, pengembangan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto mengubah kondisi paradoks Indonesia sebagai negara kepulauan yang masih bergantung pada impor garam.

“Jadi inilah realita pahit kita, ternyata selama ini kita impor garam, walaupun kita negara kepulauan dengan panjang pantai mungkin yang terbanyak di dunia. Ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada garam nasional,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (2/9).

Investasi Rp2 triliun tersebut akan diarahkan untuk membangun tambak garam sekaligus berbagai infrastruktur penunjang. Mulai dari jalan, fasilitas penyimpanan dan pengolahan, pompa, hingga sarana pendukung lainnya.

Pengembangan KSIGN Rote Ndao tidak hanya diarahkan untuk mengejar volume produksi. 

Pemerintah juga ingin meningkatkan kualitas dan produktivitas garam agar memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi petambak serta masyarakat sekitar.

Pada tahap awal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerapkan metode tambak garam terbuka dengan menggunakan geomembran atau High Density Polyethylene (HDPE). 

Teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas produksi garam.

Modernisasi teknologi akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satu yang disiapkan adalah pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Dengan pengembangan tersebut, pemerintah berharap pendapatan petambak ikut terdongkrak. 

Peningkatan produktivitas, kualitas, serta nilai tambah garam diharapkan membuat masyarakat lokal tidak hanya menjadi tenaga produksi, tetapi juga semakin terlibat dalam rantai usaha garam.

Di sisi lain, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi magnet investasi baru di Rote Ndao. 

Masuknya investasi diharapkan membuka lapangan pekerjaan sekaligus melahirkan berbagai usaha pendukung yang ikut menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

Target pengembangan KSIGN sendiri mencapai 2.000 hektare. Selain kawasan yang dikembangkan KKP, investor akan mengembangkan lebih dari 8.000 hektare kawasan lainnya melalui berbagai skema kerja sama, termasuk pola bagi hasil.

Artikel Telah Tayang di : https://www.tvonenews.com/berita/nasional/464364-presiden-prabowo-gelontorkan-investasi-rp2-triliun-untuk-kejar-swasembada-garam-di-rote-ndao-ntt