Subang, Jalancagak.com

Jakarta, — Presiden Prabowo Subianto akan membawa kepentingan Indonesia ke panggung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang digelar di New Delhi, India, pada 12–13 September 2026.

Di tengah perubahan peta ekonomi dan perdagangan dunia, forum tersebut menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk mendorong tata kelola global yang lebih inklusif sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara anggota dan mitra BRICS.

Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pandangan Pemerintah Indonesia dalam dua sesi utama KTT BRICS 2026. Sesi pertama khusus diikuti negara anggota BRICS atau member countries dengan pembahasan mengenai “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”.

Sementara itu, sesi kedua mempertemukan negara anggota dan negara mitra BRICS dengan tema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth”.

India selaku pemegang keketuaan BRICS 2026 mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability. KTT akan berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, lokasi yang sebelumnya digunakan untuk penyelenggaraan KTT G20 pada 2023.

Bagi Indonesia, isu yang dibahas dalam forum tersebut memiliki konsekuensi langsung terhadap arah perekonomian nasional. Reformasi lembaga multilateral seperti World Trade Organization (WTO), International Monetary Fund (IMF), dan World Bank menjadi salah satu agenda penting, bersamaan dengan pembahasan sistem perdagangan global, kerja sama keuangan, energi, ketahanan pangan, digitalisasi, teknologi, hingga perubahan iklim.

Forum BRICS juga menjadi penting karena kelompok tersebut memiliki bobot ekonomi dan demografis yang semakin besar. BRICS saat ini mencakup Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, serta anggota baru Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Indonesia sendiri resmi menjadi anggota BRICS pada 1 Januari 2025.

Selain negara anggota, BRICS kini memiliki kelompok Partner Countries yang terdiri atas Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.

Secara keseluruhan, BRICS telah mencakup sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen produk domestik bruto (GDP) global, dan 26 persen nilai perdagangan dunia. Besarnya cakupan tersebut membuat keputusan dan arah kerja sama yang dibangun di dalam BRICS berpotensi semakin berpengaruh terhadap dinamika ekonomi internasional.

Artikel Telah Tayang di : https://www.tvonenews.com/berita/nasional/466597-prabowo-bawa-kepentingan-indonesia-ke-panggung-brics-reformasi-ekonomi-global-jadi-sorotan