Subang, Jalancagak.com

JAKARTA — Ketua Panitia Rangkaian Peringatan HUT RI ke-81 Bachtiar Firdaus menjelaskan bahwa peringatan yang diselenggarakan PKS tahun ini mencoba untuk memaknai kemerdekaan dari berbagai sisi dengan semangat kolaborasi.

Semangat kolaborasi ini, jelas Bachtiar, merupakan upaya meneladani founding father yang mampu mengantar ke kemerdekaan Indonesia

"Sebagaimana founding father sudah membuktikan, mereka tidak punya apa-apa, mereka punya semangat kolaborasi gotong royong bisa memerdekakan Indonesia. Saatnya kita dengan semangat kolaborasi dan gotong royong untuk memajukan negara kita tercinta ini," lanjutnya.

Bachtiar menjelaskan, rangkaian kegiatan tahun ini dirancang lebih panjang dan dibagi ke dalam empat cluster untuk menghadirkan pemaknaan kemerdekaan dari berbagai sisi.

"Panitia membagi dalam 4 cluster kegiatan kita. Cluster yang pertama adalah cluster yang acaranya khidmat dan reflektif kemerdekaan, kunjungan dan ziarah ke makam proklamator kita Bung Karno dan Bung Hatta dan juga upacara hari kemerdekaan," jelasnya.

Cluster kedua diarahkan untuk menguatkan semangat intelektual melalui dialog kebangsaan. Sementara cluster ketiga mengangkat semangat perjuangan dan ketahanan fisik melalui Run For Independence Day (RFID) 81 KM, virtual run, serta berbagai lomba yang diselenggarakan di lingkungan PKS.

Salah satu kegiatan unggulan dalam cluster ini adalah RFID 81 KM. Coach Defrizal menyebut kegiatan tersebut telah berjalan selama enam tahun dan tahun ini diikuti 52 peserta kategori single serta 148 peserta kategori beregu.

"RFID sebenarnya sudah 6 tahun kita jalankan. Dulu hybrid pernah di masing-masing wilayah, kemudian pernah juga kita laksanakan dari Karawang, kemudian dari Bogor. Kita mulai dari 76 km peringatan 76 tahun kemerdekaan dan terakhir 81 km," ujarnya.

Adapun cluster keempat mengangkat semangat kebersamaan dan kerakyatan melalui pagelaran wayang kulit yang digelar di DPP PKS. Kegiatan tersebut terselenggara melalui kerja sama dan dukungan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid serta pimpinan Fraksi PKS di DPR dan MPR RI.

Wakil Bendahara Umum yang juga menjadi panita Alwan menjelaskan, pagelaran wayang kulit telah menjadi agenda yang rutin dilakukan PKS untuk menjalin komunikasi dengan komunitas dan paguyuban penggemar budaya tradisional.

Sekretaris Bidang Seni dan Budaya DPP PKS Afwan Riyadi menambahkan, wayang kulit tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga merupakan bagian dari komunikasi budaya masyarakat Indonesia yang sarat dengan nilai dan pesan kehidupan.

"Wayang kulit bukan semata-mata pagelaran seni hiburan, tapi masyarakat Indonesia ini dari zaman dahulu sampai sekarang itu komunikasinya melalui budaya," ujarnya.

Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat menguatkan peran seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai pelanjut estafet perjuangan kemerdekaan.

"Bagaimana peran kita semua, baik dari kalangan generasi muda maupun kita sebagai pelanjut estafet kemerdekaan untuk benar-benar mengisi kemerdekaan Indonesia, mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang benar-benar merdeka, berdaulat, adil, dan makmur," pungkasnya.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/pks-maknai-kemerdekaan-lewat-refleksi-sejarah-olahraga-hingga-budaya