Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan penutupan segera Kota Hebron dan persiapan blokade menyeluruh di Tepi Barat yang diduduki pada 23 Oktober 2026. Perintah itu menyusul serangan bersenjata terhadap tentara Israel di sekitar Hebron.

Militer Israel menyatakan dua tentaranya tewas dan dua penyerang Palestina ditembak mati. Netanyahu menyebut pasukan keamanan telah menggagalkan serangan besar dan menginstruksikan persiapan penutupan wilayah lebih luas mulai hari itu.

Ruang Iklan 6

Pasukan Israel kemudian menutup Hebron serta menggelar penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat. Penutupan kota yang sudah berlangsung berbeda dari blokade menyeluruh wilayah tersebut yang masih diperintahkan untuk dipersiapkan.

Ketegangan juga meningkat saat musim panen zaitun. Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina menyatakan serangan terhadap petani, pembatasan akses kebun, serta perusakan pohon mengancam penghidupan warga. Perkembangan ini berlangsung menjelang pemilu Israel.