Sebanyak 500 warga mengikuti peluncuran Namu Balai Kota di Jakarta pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Jakarta Smart City mencatat program tersebut diresmikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Jumlah pengunjung itu juga disampaikan Kepala Diskominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi kepada detikcom pada 18 Oktober 2026.[1][5]

Bagi warga yang ingin datang berikutnya, jadwal program perlu dibedakan dari tanggal pemberitaannya. Keterangan resmi Jakarta Smart City menyebut kegiatan berlangsung dua pekan sekali pada Sabtu, pukul 08.00–16.00 WIB, hingga akhir 2026 sesuai jadwal yang ditetapkan. Pelaksanaan pada 2027 masih akan mengikuti evaluasi berkala, bukan otomatis berlanjut dengan pola yang sama.[5]

Ruang Iklan 6

Tidak semua aktivitas mempunyai ketentuan masuk yang sama. Menurut laporan detikcom, area publik, Community Playground, dan area UMKM dapat dinikmati tanpa reservasi khusus. Sebaliknya, Tur Balai Kota, Nonton Pilem, serta Kids on Air memerlukan pendaftaran melalui JAKI atau kanal resmi. Kunjungan gratis tidak mencakup pembelian makanan, minuman, dan produk UMKM.[1]

Program ini tidak hanya membuka akses rekreasi ke kompleks pemerintahan. Laporan resmi Jakarta Smart City mencatat kegiatan pada peluncuran mencakup pelatihan bahasa isyarat, edukasi pemilahan sampah, dan pemeriksaan kesehatan. Metro TV turut memberitakan tur yang mengenalkan area bersejarah serta pusat pemantauan Jakarta Smart City sebagai sarana belajar tentang pengelolaan kota.[5][6]

Sebelum berangkat, warga dapat memeriksa tanggal operasional dan reservasi melalui fitur Namu Balai Kota di JAKI atau kanal kunjungan resmi Jakarta Smart City. Pemeriksaan jadwal tersebut penting karena program bukan kunjungan harian. Informasi kuota dan perkembangan kegiatan juga disediakan melalui akun resmi @namu.balaikota, sebagaimana dijelaskan Jakarta Smart City.[5]

Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.

Sumber dan verifikasi: [1] detikcom — 2026-10-18, [5] Jakarta Smart City (Pemprov DKI Jakarta) — 2026-10-17, [6] Metro TV — 2026-10-18