Subang, Jalancagak.com

Jakarta, - Aksi pengemudi truk yang bermain ponsel hingga memicu kecelakaan di kawasan Matraman, Jakarta Timur, memantik reaksi keras dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. 

Kepala Daerah Ibu Kota tersebut menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk bertindak tegas terhadap oknum sopir yang membahayakan keselamatan lalu lintas tersebut.

Pramono menegaskan bahwa pihaknya telah meminta jajaran terkait untuk berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian guna menindak para pelanggar aturan secara maksimal.

“Yang kemarin kejadian di salah satu (JPO) karena sopirnya main HP, saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan dan melakukan koordinasi dengan Korlantas siapa pun yang melakukan itu ditindak sekeras-kerasnya,” kata Pramono di Balai Kota, Kamis (17/7).

Demi memberikan efek jera agar insiden serupa tidak terulang, Pramono bahkan mengusulkan adanya sanksi berat berupa pencabutan lisensi mengemudi bagi sopir yang terbukti teledor. 

Langkah disiplin ini dinilai penting agar ketertiban dan kenyamanan fasilitas publik di Jakarta tidak terganggu oleh kelalaian individu.

Tidak berhenti pada pengemudi, ancaman sanksi juga membayangi perusahaan atau pemilik armada truk jika terbukti lalai dalam mengawasi para pekerjanya.

“Kalau kemudian perusahaannya juga masih melakukan yang sama, maka perusahaan yang akan mendapatkan teguran karena tidak menyiapkan sopir yang tertib dan sebagainya,” ujar Pramono.

Peristiwa ini sendiri bermula dari insiden tersangkutnya sebuah truk molen di kolong jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terintegrasi dengan jalur kereta api di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Kamis (16/7). 

Dugaan kuat menyebutkan bahwa kecelakaan fatal tersebut dipicu oleh hilang fokusnya sang pengemudi lantaran sibuk mengoperasikan ponsel saat menyetir. (ant/dpi)

Artikel Telah Tayang di : https://www.tvonenews.com/berita/nasional/454076-murka-truk-molen-tabrak-jpo-matraman-gubernur-pramono-sanksi-sekeras-kerasnya