Sekjen PKS Bekali Kader Muda Empat Bekal untuk Menyongsong Estafet Kepemimpinan
JAKARTA — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menegaskan ada empat bekal utama yang harus dipersiapkan kader muda PKS untuk melanjutkan estafet kepemimpinan partai, yaitu militansi, kompetensi, relevansi, dan kontribusi.
Hal tersebut Kholid sampaikan saat memberikan Pidato Politik sekaligus membuka PKS Muda Summit 2026 bertema "Kolaborasi Muda, Bangun Indonesia" yang diselenggarakan Bidang Kepemudaan DPP PKS dari tanggal 17-19 Juli 2026.
"Kalau sebuah organisasi sudah bisa melakukan kaderisasi, maka dia juga harus bisa melakukan regenerasi. Tantangannya adalah seringkali senior berpikir apakah anak-anak mudanya siap melanjutkan estafet kepemimpinan. Itulah pertanyaan yang harus kita buktikan dan kita jawab dengan kerja-kerja nyata," ujar Kholid.
Kholid kemudian menitipkan empat karakter yang harus dimiliki kader muda PKS. Pertama, militansi yang berakar pada nilai-nilai perjuangan partai.
"Militansi adalah syarat minimal anggota PKS. Kader PKS harus memiliki militansi yang kuat. Kita bergerak karena nilai-nilai, bukan karena perintah, bukan karena dipaksa, tetapi karena nilai-nilai yang kita yakini, itu yang kita perjuangkan," ujarnya.
Kedua, kader muda PKS harus membangun kompetensi agar mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan bangsa.
"PKS diidentikkan dengan kesalehan, dengan nilai keislaman yang baik. Tapi apakah kader-kader PKS sudah bisa menjadi solusi ketika terjadi permasalahan ekonomi, pertahanan, keamanan, teknologi, climate change. Militansi adalah minimal requirement, tapi yang penting dimiliki adalah kompetensi yang bisa kita tawarkan ke ruang publik," jelasnya.
Ketiga, ia menekankan pentingnya relevansi. Menurutnya, kompetensi yang dimiliki harus terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar kader muda tetap menjadi bagian dari solusi bagi tantangan masa depan.
"Kita harus relevan dalam zaman ini. Oleh karena itu kita perlu menguatkan apa tantangan zaman kita, sehingga militansi dan kompetensi itu relevan. Menuju 2029, menuju 10 tahun ke depan, relevansi kita sebagai kader muda PKS harus kita bangun sebaik-baiknya," tuturnya.
Adapun karakter terakhir adalah kontribusi. Kholid mengajak kader muda menjadi subjek perubahan yang aktif memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kita harus menjadi kontributor, bukan orang yang sekadar menerima. Kontribusi itu bisa dalam pemikiran, gagasan, finansial, networking dan sebagainya. Kader-kader muda PKS harus menjadi subjek, harus menjadi pihak-pihak yang membuat perubahan," tegasnya.
Di akhir sambutannya, Kholid meminta seluruh elemen kepemudaan PKS, mulai dari Gema Keadilan, Garuda Keadilan, PKS Muda, hingga Bidang Kepemudaan di seluruh Indonesia, untuk menjadi ujung tombak kemenangan PKS pada segmen pemilih muda menjelang Pemilu 2029.
"Mayoritas pemilih ke depan adalah anak muda, maka tolong pada kesempatan ini rumuskan bagaimana kita mencapai pemenangan pemilu ke depan dengan pemuda sebagai ujung tombak," pungkasnya.
Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/sekjen-pks-bekali-kader-muda-empat-bekal-untuk-menyongsong-estafet-kepemimpinan