Subang, Jalancagak.com

JAKARTA — Pengurus Bidang Kepemudaan DPP PKS Departemen Rekrutmen Pemuda Politik, Izzuddin Hamas menekankan bahwa kepemimpinan pemuda tidak hanya tentang kemampuan berbicara dan mengatur orang lain, tetapi juga perjalanan membangun pondasi diri.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum Indonesia Muda Bicara yang digelar Bidang Kepemudaan DPP PKS dengan tema “The Youth, Upside Down”, Ahad (27/09/2026) di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta.

Izzuddin menggambarkan peran pemuda melalui kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Ia mencontohkan Nabi Ismail yang terlibat membantu Nabi Ibrahim membangun Ka’bah serta Yusya' bin Nun yang mendampingi Nabi Musa. Meskipun keduanya bukan sebagai peran utama, namun keduanya menjadi penerus risalah perjuangan tersebut.

“Setiap fase sejarah itu selalu ada peran pemuda,” ujar Izzudin.

Ia menjelaskan, kepemimpinan merupakan inward and outward journey, yakni perjalanan ke dalam diri sekaligus perjalanan ke luar. Semakin kokoh seseorang membangun dirinya, semakin kuat pula pondasi kepemimpinannya.

Izzuddin menegaskan, seorang Muslim memiliki dua peran utama, yaitu sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, peran tersebut berlangsung sepanjang kehidupan. Sementara sebagai khalifah, peran kepemimpinan diberikan dan dipergilirkan Allah dalam berbagai bentuk amanah.

“Yang harus tertanam dalam diri kita, kepemimpinan itu adalah punya Allah. Menurut saya ini menjadi dua mata pisau. Ketika kita menjalankan amanah dengan baik kita akan amanah, sementara kalau tidak kita akan khianat,” tegasnya.

Karena itu, menurut Izzuddin, setiap amanah kepemimpinan merupakan ujian yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kepemimpinan yang baik berawal dari kualitas penghambaan kepada Allah yang baik.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/kepemudaan-pks-kepemimpinan-pemuda-dimulai-dari-perjalanan-ke-dalam-diri