Subang, Jalancagak.com

Israel Katz menegaskan bahwa Israel bertekad untuk mempertahankan pasukannya di "zona keamanan" yang telah dibentuk di Lebanon, Suriah dan Jalur Gaza. Hal ini disampaikannya dalam pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth.

kantor Katz mengatakan bahwa dalam pembicaraan tersebut, Katz "menekankan tekad Israel untuk tetap berada di zona keamanan di Suriah, Gaza, dan Lebanon untuk melindungi perbatasan Israel dan masyarakat di dekat perbatasan dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan jihadis".

" kata Katz, dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/7/2026).

menurut media berita AS, Axios.

Axios melaporkan bahwa Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa penempatan pasukan Israel memicu ketegangan di Suriah.

" kata Trump kepadanya, seperti dilaporkan Axios.

Israel mengirim pasukan ke zona penyangga yang dipatroli PBB, yang memisahkan pasukan Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan.

Israel juga telah melakukan serangan berulang kali ke wilayah Suriah sejak saat itu. Israel pun telah menyatakan ingin adanya zona demiliterisasi di selatan negara itu.

pasukan Israel tetap ditempatkan di zona, yang oleh militer Israel digambarkan sebagai zona keamanan yang membentang sekitar 10 kilometer (enam mil) ke wilayah Lebanon.

yang tidak memiliki hubungan formal, sedang terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri konflik setelah kelompok militan Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah dengan menyerang Israel pada bulan Maret lalu.

bertujuan agar pasukan Israel secara bertahap mundur dari Lebanon, dimulai dengan dua "zona percontohan" yang terletak di luar "zona keamanan" yang telah didirikan Israel di Lebanon selatan.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8576907/israel-ngotot-pasukannya-tetap-berada-di-lebanon-suriah-gaza