Subang, Jalancagak.com

Sulawesi Tengah (Sulteng), menginisiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri karena sekolahnya belum terjangkau. Satu porsi MBG dibuat dengan modal Rp 5.000 per murid dari donasi di akun media sosial.

Kecamatan Tinombo. Lokasinya berada di daerah pelosok yang aksesnya masih cukup sulit dijangkau dengan kendaraan.

tidak sedikit murid yang mulai hilang fokus hingga meminta pulang lebih awal karena menahan lapar.

sudah banyak yang mengeluh, 'kapan pulang, Pak Guru, kami lapar'. Saat saya berkunjung ke rumah-rumah siswa, mayoritas memang berada di kategori prasejahtera, di atas 90 persen. Banyak yang tidak sarapan karena terkendala bahan makanan," ujar Najib kepada , Kamis (15/10/2026).

proses belajar mengajar di atas pukul 09.00 Wita menjadi sangat sulit. Meski jam pelajaran dijadwalkan selesai pukul 11.30 Wita, para murid sudah tidak fokus lagi menerima materi pembelajaran.

ide menghadirkan MBG mandiri senilai Rp 5.000 ini muncul dari kejadian yang tidak disengaja. Sang guru mengawali aksinya dengan membagikan buah sirsak yang dipetik dari belakang sekolah.

video itu menarik perhatian para donatur.

kami upload dan nyebutnya Makan Buah Gratis atau MBG. Dari situ ada beberapa donatur yang bilang, 'nanti saya modalin untuk makanan'. Itulah awal mula kami buat program MBG Rp 5.000 ini," jelasnya.

menu yang disajikan untuk 52 murid aktif di sekolah itu terdiri atas nasi kuning, mi, sambal, hingga sepotong ikan. Pembuatan makanan diserahkan sepenuhnya kepada pemilik warung lokal di wilayah Kilometer 5 atau berjarak 3 kilometer dari sekolah.

beliau sudah terbiasa," ungkapnya.

ketersediaan bahan baku di wilayah terpencil juga membuat program ini belum bisa digelar setiap hari. Pemilik warung harus menunggu hari pasar setiap Selasa atau pergi ke pusat kecamatan untuk berbelanja stok pangan.

program ini membawa perubahan signifikan bagi dinamika belajar anak-anak. Angka kehadiran siswa melonjak drastis, dan tidak ada lagi keluhan lapar di tengah jam pelajaran.