China Kuasai Industri Gim Dunia, Potensi Sensor Ketat Pemerintah Meningkat
cahaya redup memancar dari beberapa lampu minyak. Seorang rekan sibuk mengutak-atik senapan. Bendera merah tergantung di salah satu dinding batu yang kasar, menampilkan palu dan arit di atas bintang putih, simbol Tentara Merah Buruh dan Petani China. Senjata berserakan di tanah. Salah satunya diambil, lalu adegan segera berpindah ke hutan bersalju, tempat suara tembakan memecah kesunyian di antara pepohonan.
gim tembak-menembak sudut pandang orang pertama yang populer dan membawa pemain ke medan perang masa lalu, masa kini, hingga masa depan. Namun, adegan tersebut sebenarnya berasal dari The Defiant. Gim ini sedang dikembangkan oleh studio China, Hoothanes Technology, yang berbasis di Hangzhou. Ceritanya berkisah tentang pasukan China yang melawan tentara Jepang pada 1930-an dan 1940-an.
pengembang gim tersebut, mengatakan kepada DW bahwa senjata yang ditampilkan dalam The Defiant memiliki keunikan tersendiri. Menurutnya, senjata-senjata itu hanya digunakan di Asia sehingga kurang dikenal oleh banyak pemain di negara-negara Barat. Hal serupa berlaku untuk jalan cerita gim tersebut, yang menurut Xu belum pernah diangkat dalam gim video sebelumnya.
China muncul sebagai pemain utama dalam industri gim global, meskipun menghadapi regulasi ketat, sensor, dan larangan penjualan konsol gim yang pernah diberlakukan selama bertahun-tahun.
sebagian besar dari mereka menganggap bermain gim sebagai bagian penting dari kehidupan. Banyak pula yang memanfaatkan gim untuk tetap terhubung dengan teman-teman mereka.
" kata Xu. "Saya bisa mencoba berbagai peran, cerita, dan karakter. Kita hanya punya satu kehidupan, tetapi kita bisa memainkan peran dalam cerita lain. Menurut saya, hal itu sangat menarik bagi pengguna di China."
sedangkan konsol gim jauh kurang populer. Kondisi ini memiliki latar belakang historis.
ketika para pemain di Eropa dan Amerika Utara memperdebatkan apakah PlayStation atau Xbox merupakan konsol yang lebih baik, kedua perangkat tersebut tidak dijual secara resmi di China. Larangan itu berlaku dari 2000 hingga 2014. Pemerintah China saat itu menyatakan pembatasan tersebut bertujuan melindungi anak-anak dan remaja dari kecanduan gim.
anak di bawah umur di China hanya diperbolehkan bermain gim daring selama maksimal tiga jam per minggu. Tidak ada pembatasan serupa bagi orang dewasa, tetapi aktivitas bermain gim tetap berada di bawah pengawasan ketat.
gim apa yang dimainkan, kapan aktivitas itu berlangsung, serta dengan siapa pemain berkomunikasi.
terdapat pula wilayah abu-abu yang tampaknya ditoleransi pemerintah China. Sebagian pemain menggunakan jaringan privat virtual (VPN) untuk mengakses gim yang tidak tersedia secara resmi di negara tersebut. Beberapa pemain yang masih di bawah umur juga menggunakan akun orang tua mereka untuk mengakali pembatasan waktu bermain.
China semakin terbuka terhadap industri gim secara umum karena menyadari besarnya potensi ekonomi sektor tersebut.
gim yang dirilis untuk pasar China kerap terlihat seperti salinan judul-judul gim Barat. Pada saat yang sama, perusahaan teknologi China seperti Tencent dan NetEase mulai berinvestasi di berbagai perusahaan gim Barat.
China memiliki pasar gim resmi yang diatur secara ketat dan beroperasi berdasarkan sistem perizinan," kata George E. Osborn kepada DW.
Osborn menguraikan bagaimana negara-negara otoriter memanfaatkan gim video untuk mencapai tujuan politik.
kedaulatan, atau integritas teritorial China, di antara berbagai pembatasan lainnya. Konten pornografi dan perjudian juga dilarang. Gim tidak boleh menghasut tindakan kriminal yang mengancam keamanan nasional atau menyebarkan informasi yang dinilai pihak berwenang dapat mengganggu ketertiban umum.
terkadang gim diubah setelah dirilis.
sebuah gim aksi bermain peran yang dirilis pada 2025, misalnya, musuh yang terinspirasi dari tokoh-tokoh terkenal pada masa Dinasti Ming tiba-tiba tidak lagi bisa dibunuh. Sebagai gantinya, mereka akan roboh karena kelelahan.
Black Myth: Wukong, secara tak terduga meraih kesuksesan internasional pada 2024. Kesuksesan tersebut memperjelas bahwa pengembang China tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menciptakan gim yang berhasil menarik perhatian pemain global.
Journey to the West atau Perjalanan ke Barat.
persoalan utamanya adalah sejauh mana negara benar-benar melakukan intervensi terhadap isi gim.
para pemain gim pada umumnya cukup skeptis terhadap hal-hal semacam ini. Mereka biasanya sangat piawai mengenali ketika seseorang mencoba menjual sesuatu kepada mereka atau menyebarkan propaganda. Karena itu, jika pesannya terlalu kentara, saya rasa upaya tersebut tidak akan berhasil," ujarnya.
Sistem perizinan China juga mengharuskan pengembang Barat mematuhi persyaratan pemerintah jika ingin menjual gim mereka di negara tersebut.
para pengembang Barat tetap ingin memasuki pasar China karena ukurannya terlalu besar untuk diabaikan.
ketika kita mulai memikirkan potensi dampaknya terhadap standar kreativitas di seluruh dunia, menurut saya, sangat penting bagi para pengembang untuk bertanya kepada diri sendiri: kompromi apa yang bersedia atau tidak bersedia kami lakukan?" katanya.
pengembang mungkin memilih untuk tidak memasukkan karakter queer atau LGBTQ+ ke dalam gim mereka demi menghindari masalah dengan regulator.
hal itu akan menjadi kemunduran besar karena gim dapat membantu banyak orang mengeksplorasi identitas mereka.
China bukan satu-satunya negara yang mewajibkan perubahan gim untuk menyesuaikan diri dengan peraturan nasional.
misalnya, simbol yang bertentangan dengan konstitusi negara, seperti swastika, pada prinsipnya tidak boleh ditampilkan dalam gim. Pengecualian diberikan jika gim tersebut secara eksplisit berkontribusi pada budaya mengenang dan mempelajari sejarah (culture of remembrance).
Penggambaran kekerasan ekstrem juga harus dihapus dari versi gim yang dirilis di Jerman.
glorifikasi kekerasan juga dilarang. Namun, tim Xu tetap diizinkan mengembangkan gim perang. Bagaimana hal ini dapat dijelaskan?
"Menurut saya, hal terpenting dalam gim ini bukanlah kekerasan. Yang terpenting adalah menceritakan sejarah."
penilaian mengenai apakah mereka berhasil memenuhi komitmen tersebut akan diserahkan kepada para sejarawan.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi dari bahasa Inggris oleh Rahka Susanto
Sumber : detik