Di DPR, Sherly Tjoanda Curhat Tak Dapat Kepastian 16 Ribu Ha Tanah untuk Petani
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengeluhkan 16 ribu hektare tanah objek reforma agraria (TORA) yang telah diverifikasi dan dinyatakan clear belum bisa dibagikan. Dia meminta adanya kepastian waktu dalam proses redistribusi tanah.
di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Sherly mengatakan sekitar 60% masyarakat di Maluku Utara adalah petani.
dan untuk mendukung program presiden hilirisasi kelapa, kami butuh kepastian legalitas dan redis. Ada petani yang punya lahan, tapi tidak punya sertifikat, sehingga kepastian hukum atas keberlanjutan panennya itu tidak ada, dan kemudian ada petani yang tidak punya lahan," kata Sherly.
baru sekitar 32% atau 11.700 hektare yang telah melalui proses redistribusi dan sertifikasi.
kami memiliki 36.200 hektare potensi TORA (Tanah Objek Reforma Agraria), dan baru 32 persen atau 11.700 hektare yang sudah diredis dan disertifikasi. Masih ada 24.500 hektare atau 68 persen belum selesai," katanya.
dari 24.500, kami sudah verifikasi dan sudah clear 16.000 hektare, diusulkan lewat Kanwil BPN kepada Kementerian ATR/BPN, tetapi saat ini belum ada hasilnya," sambungnya.
eksekusi lahan tersebut berada di Bank Tanah untuk kemudian dijadikan hak pengelolaan (HPL). Lahan itu selanjutnya bisa diberikan dalam bentuk hak pakai kepada petani.
kami bukan hanya diberikan tanggung jawab, tapi juga diberikan kewenangan," paparnya.
kami setuju bahwa kepastian tanah, semuanya clear secara undang-undang dan koordinasi dengan Kementerian ATR, Kehutanan, semuanya dijalankan dengan baik, tetapi tidak ada kepastian waktu," ujarnya.
jika sudah melewati batas waktu tertentu 30 hari atau 60 hari, kami sebagai Ketua GTRA bisa mengeskalasi ke mana, misalnya," sambung dia.
pemberian lahan sekitar 1-2 hektare kepada satu petani atau keluarga dapat membantu mengurangi kemiskinan.
kami bisa ada satu sistem di mana dengan masuk kami tahu masalahnya di mana, ada di meja siapa, kami butuh apa, dengan kepastian," jelasnya.
Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda menanggapi persoalan tersebut. Dia kembali bertanya jika persoalan itu belum selesai dalam setahun.
belum ada kepastian sampai hari ini?" tanya Rifqi.
Sherly pun membenarkan hal tersebut. Rifqi pun menyinggung persoalan itu kepada Wakil Menteri ATR/BPN yang hadir dalam rapat.
Pak Wamen, ini Bu Gubernur Maluku Utara di-PHP selama satu tahun," ujarnya.
Tonton juga video "Sherly Tjoanda Raih Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji"
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8663730/di-dpr-sherly-tjoanda-curhat-tak-dapat-kepastian-16-ribu-ha-tanah-untuk-petani