Subang, Jalancagak.com

Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan setidaknya 488 orang ditangkap dan 43 anggota aparat keamanan terluka saat puluhan ribu orang berkumpul di Prancis untuk memprotes kondisi sekolah yang buruk. Jumlah itu tercatat pada Selasa kemarin.

Rabu (7/10/2026), sebagian besar aksi unjuk rasa pada Selasa kemarin berlangsung damai. Namun terjadi bentrokan sporadis di berbagai wilayah di mana para pengunjuk rasa melemparkan benda-benda ke arah aparat keamanan yang membalas dengan penggunaan gas air mata.

para pengunjuk rasa terlibat dalam situasi saling berhadapan yang menegangkan dengan aparat keamanan di Place de la Nation, Paris timur. Sementara aksi unjuk rasa utama di ibu kota Prancis itu mulai mereda tapi massa belum membubarkan diri.

setidaknya 6.547 orang telah ditangkap terkait aksi protes ini. Sebelumnya, kementerian menyatakan bahwa sekitar 256.000 orang telah melakukan unjuk rasa di seluruh negeri pada hari Selasa.

aksi protes puluhan ribu pelajar di seluruh Prancis diwarnai dengan kekerasan. Perdana Menteri (PM) Prancis Sebastien Lecornu menyebut bahwa dirinya tidak akan mentoleransi kekerasan.

" kata Lecornu di hadapan parlemen, dilansir AFP, Selasa (6/10).

partai sayap kiri, France Unbowed (LFI), dan sejumlah kelompok hak asasi manusia menuduh polisi melakukan tindakan yang tidak proporsional terhadap para pengunjuk rasa, yang banyak di antaranya masih di bawah umur.

Lecornu mengakui bahwa "kecelakaan" bisa saja terjadi.

Lecornu menuduh LFI-partai sayap kiri terbesar di parlemen-memiliki agenda politik untuk menjerumuskan negara ke dalam kekacauan menjelang pemilihan presiden tahun 2027.

guru, dan siswa untuk melakukan "demokrasi internal" guna membahas situasi di sekolah masing-masing.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8695716/demo-pelajar-di-prancis-ricuh-488-orang-ditangkap-dan-43-aparat-terluka