Bicara di Sidang PBB, Menlu Rusia Tuduh Eropa Hambat Perundingan Ukraina
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh Eropa menghambat upaya untuk menyelesaikan konflik di Ukraina. Dia mengatakan Eropa secara aktif berupaya menghambat perundingan yang didukung pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
" kata Lavrov dalam pidatonya yang berapi-api di Majelis Umum PBB, seperti dilansir AFP, Sabtu (26/9/2026).
ancaman terhadap keamanan Rusia akan dihilangkan dan kehidupan damai akan kembali. Ini akan terjadi apa pun keadaannya," tambahnya, menggunakan istilah Moskow untuk menyebut konflik tersebut.
yakni di Sumy, Ukraina timur laut, Zaporizhzhia, dan wilayah Dnipropetrovsk. Seorang perempuan berusia 17 tahun termasuk di antara para korban.
pejabat yang dipasang Kremlin di wilayah Ukraina selatan yang diduduki Rusia mengatakan enam orang lainnya tewas dalam 24 jam terakhir.
Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan meningkatnya jumlah korban sipil dalam perang tersebut.
Trump kembali mengatakan kesepakatan antara Moskow dan Kyiv untuk mengakhiri perang "akan terjadi".
perundingan yang dipimpin AS untuk mengakhiri pertempuran belum menghasilkan terobosan. Kremlin juga berulang kali mengatakan pihaknya berniat merebut wilayah Ukraina timur yang masih dikuasai Kyiv.
Ukraina tahun ini menyerang lebih jauh ke dalam wilayah Rusia, hingga mencapai wilayah Ural dan Siberia.
Serangan pada siang hari di Kyiv pada Jumat menewaskan tujuh orang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu mengatakan Rusia "meningkatkan eskalasi setiap hari" dan menyerukan lebih banyak sanksi dari negara-negara sekutu terhadap Moskow.
" kata warga Kyiv berusia 43 tahun, Oleksandr Gorlachov.
Lavrov bertemu Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul. Ini merupakan pertemuan pertama antara menteri luar negeri Moskow dan Berlin sejak sebelum perang.
Pertemuan tersebut berlangsung ketika ketegangan antara Berlin dan Moskow meningkat. Jerman menuduh Rusia mengatur upaya serangan drone terhadap Bandara Leipzig dan kedua negara masing-masing memerintahkan penutupan konsulat milik negara lain.
termasuk Jerman, dalam beberapa hari terakhir menyuarakan kekhawatiran atas apa yang mereka sebut sebagai peningkatan aktivitas sabotase Rusia di wilayah mereka.
Eropa, dan NATO," kata seorang diplomat Jerman.
puluhan ribu tentara Rusia tewas dalam perang posisi yang tanpa harapan, sementara ekonomi Rusia terus runtuh."
Annalena Baerbock, pada Januari 2022, kurang dari sebulan sebelum pasukan Rusia menginvasi Ukraina. Jerman merupakan salah satu sekutu utama Kyiv.
Lavrov-menteri luar negeri Rusia yang paling lama menjabat-baru-baru ini menuduh Jerman "kembali menginginkan perang". Dia juga merupakan salah satu pejabat Rusia yang paling vokal menentang negara-negara Barat.
Lavrov juga melontarkan kritik keras terhadap Berlin.
terutama Jerman dan Jepang, yang kini berada di jalur menuju militerisme."
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8680822/bicara-di-sidang-pbb-menlu-rusia-tuduh-eropa-hambat-perundingan-ukraina