Subang, Jalancagak.com

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa Teheran akan merespons secara tegas jika Amerika Serikat (AS) berupaya melanjutkan serangan. Pezeshkian juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak memilih perang dan tidak menginginkan perang.

namun jika mereka ingin terus berperang melawan kami, kami akan merespons dengan keras dan secara tegas," ucap Pezeshkian memperingatkan AS, dalam wawancara dengan wartawan Fox News, Bret Baier, seperti dilansir Press TV, Sabtu (26/9/2026).

Dia mengatakan bahwa Iran terpaksa membela diri setiap kali mendapat serangan.

setiap kami mereka menyerang kami, kami terpaksa membela diri," kata Pezeshkian dalam wawancara tersebut.

Presiden Iran itu juga menolak tekanan yang bertujuan memaksa Teheran untuk menyerah di luar kerangka hukum internasional.

tekanan yang terus mereka berikan kepada kami bertujuan memaksa kami untuk menyerah di luar kerangka hukum internasional, itu adalah sesuatu yang mustahil," ucapnya.

yang diawali oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, terus berlarut-larut meskipun sempat diwarnai gencatan senjata rapuh. Pada Juni lalu, kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang secara permanen.

dengan AS dan Iran saling melancarkan serangan. Perselisihan sengit memperebutkan kendali atas Selat Hormuz semakin memperburuk situasi konflik dan mempersulit upaya diplomasi.

yang dilakukan secara tidak langsung, antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff di sela-sela Sidang Umum PBB, Pezeshkian menegaskan posisi Teheran tetap berlandaskan hukum internasional.

dan mencakup hal-hal yang menjadi hak sah kami menurut hukum internasional," ucapnya, sembari menambahkan bahwa Iran "bersedia" menindaklanjuti MoU yang telah diteken sebelumnya.

Pezeshkian menyinggung soal hambatan utama dalam negosiasi dengan AS, yaitu "ketidakpercayaan mendalam" yang muncul di antara kedua negara. Dia mengaitkannya dengan langkah Presiden Donald Trump menarik AS secara sepihak dari kesepakatan nuklir tahun 2015.

bagaimana kita bisa berharap masalah-masalah ini akan pernah bisa diselesaikan?" tanya Pezeshkian.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8680463/presiden-iran-ingatkan-respons-tegas-jika-as-lanjutkan-serangan