Subang, Jalancagak.com

Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026), tampak air di Kanal Banjir Timur berwarna kehijauan. Jika dilihat lebih detail, warna hijau itu berasal dari tumbuhan yang mengambang di atas air.

Ada juga petugas dan alat berat yang dikerahkan untuk membersihkan tumbuhan itu dari air. Tumbuhan yang telah diangkut dari air terlihat dikumpulkan di pinggir kanal.

Syarif Hidayatulloh (36), mengatakan tumbuhan itu merupakan mata lele. Dia mengatakan mata lele kerap muncul saat kemarau.

Dia mengatakan mata lele tahun ini terlihat banyak karena kemarau telah berlangsung cukup panjang. Dia menyebut kondisi itu tidak terjadi pada 2024 dan 2025.

mata lele ini terjadi jikalau ada kemarau panjang seperti sekarang ini. Yang sebelum-sebelumnya seperti tahun 2025, tahun 2024 nggak ada," katanya.

Fenomena kemunculan mata lele sudah berlangsung sekitar satu pekan. Dia mengatakan puncak kemunculan mata lela terjadi pada Kamis (17/9).

Dia mengatakan mata lele yang berada di atas air sudah berkurang hari ini. Syarif menyebut mata lele tidak membuat air tersumbat.

mungkin tidak ada penyumbatan air, nah kalau misalnya ini paling cuma warna saja, jadi permukaan air tertutup," katanya.

Petugas masih membersihkan mata lele. Tampak ada sekat di tengah sungai untuk menahan mata lele yang terbawa arus. Mata lele yang tertahan kemudian diangkut dengan jaring dan alat berat.

untuk mata lele ini yang kita lakukan sampai saat ini, yaitu menanganinya itu seperti kita pasang sekatan, nah baru kita lakukan penyisiran dan kita kumpulkan di bantaran,"

Syarif mengatakan mata lele tersebut muncul karena fenomena alam. Dia mengatakan warga setempat juga telah memahami fenomena tersebut.

dia melihat nah komentarnya itu dia sudah biasa karena mata lele ini alam. Bukannya yang kita adanya mata lele ini kita biarkan atau kita sengaja," katanya.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8668750/aliran-kanal-banjir-timur-menghijau-bak-matca-ternyata-ini-penyebabnya