Yogyakarta Perkuat Prolanis, Puskesmas Diminta Petakan Tenaga dan Alat
Ilustrasi AI; bukan foto kejadian.
YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta memperkuat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di setiap puskesmas untuk menjaga kesinambungan layanan bagi penderita hipertensi dan diabetes melitus.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan pada Kamis (15/10/2026) meminta Dinas Kesehatan dan kepala puskesmas memetakan kebutuhan tenaga. Perhitungannya mencakup jumlah peserta, beban kerja, kompleksitas kasus, serta capaian pelayanan masing-masing fasilitas.
Penguatan juga mencakup kecukupan alat dan bahan habis pakai, serta tata kelola keuangan. Alat ukur tekanan darah dan gula darah menjadi bagian kebutuhan pemeriksaan, sedangkan persediaan strip, lancet, dan reagen perlu direncanakan dengan baik.
Bagi peserta, arah layanan ini tidak berhenti pada pertemuan atau pemeriksaan berkala. Menurut Wawan, Prolanis perlu menopang pengendalian penyakit dan pencegahan komplikasi melalui pemantauan teratur, kepatuhan pengobatan, perilaku sehat, serta dukungan keluarga.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta Waryono menyebut program terutama berkaitan dengan diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi. Koordinasi penguatannya melibatkan Dinkes, kepala puskesmas, dan unsur PKK dari 14 kemantren.
Kontributor : Abu Haninas dan Tim Redaksi