Subang, Jalancagak.com

dia mengingatkan agar capaian tersebut tak hanya dilihat dari angka, melainkan juga dampaknya bagi masyarakat.

" kata Deni dalam keteramham tertulis, Jumat (14/8/2026).

pelaksanaannya tetap perlu diawasi agar program tersebut tidak menimbulkan persoalan baru.

program tersebut memiliki anggaran besar sehingga kualitas pelaksanaan dan keamanan pangan harus menjadi perhatian utama.

termasuk di Jawa Timur. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius.

capaian juga maksimal," ujarnya.

ia menilai pemerintah perlu mengambil langkah lebih tegas dengan mencabut izin operasionalnya.

bisa ditutup selamanya, dicabut izinnya," tegas Penasihat Fraksi PDIP DPRD Jatim.

pengawasan menjadi semakin penting mengingat anggaran MBG sangat besar. Jangan sampai anggaran yang berasal dari uang rakyat tidak memberikan hasil maksimal.

besar sekali. Kalau tidak kemudian dimaksimalkan dengan baik, ini ada kerugian negara dan menyentuh langsung kepada siswa-siswa yang menerima," katanya.

Koperasi Desa Merah Putih Juga Perlu Dievaluasi

Deni menyoroti program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang turut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan. Ia mengakui capaian yang disampaikan Presiden terlihat besar.

menurut Deni, pemerintah tetap perlu membuka data secara menyeluruh mengenai kondisi riil koperasi tersebut. Pertanyaan utamanya, kata dia, bukan hanya berapa jumlah KDMP yang telah dibangun, tetapi berapa yang benar-benar sudah beroperasi dan mampu menghasilkan keuntungan.

berapa yang kemudian sudah bisa beroperasi? Kemudian mungkin kan targetnya memang ada tambahan pendapatan atau profit. Jadi coba dikalkulasi kira-kira sejauh ini sudah berapa persen yang berjalan dan profit yang didapatkan sebesar apa," ujarnya.

program KDMP juga berkaitan dengan kepentingan masyarakat desa karena pembangunan koperasi tersebut menggunakan skema dana desa yang harus diangsur selama enam tahun. Karena itu, transparansi mengenai perkembangan dan hasil program menjadi penting agar masyarakat mengetahui apakah investasi tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi desa.

capaian pemerintah yang disampaikan Presiden dalam pidato kenegaraan perlu dilihat secara objektif. Menurutnya, angka-angka tersebut harus dibandingkan dengan kondisi faktual di masyarakat. Ia mendorong pemerintah membuka data yang lebih komprehensif sehingga keberhasilan program dapat diukur secara transparan.

di masyarakat, itu yang memang kita serahkan kepada masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur," katanya.

termasuk hasil sensus ekonomi, untuk mengukur dampak program pemerintah secara lebih objektif. Ia mengatakan DPRD Jatim akan terus melihat bagaimana program-program prioritas pemerintah dijalankan di lapangan.

khususnya program-program prioritas. Sehingga masyarakat juga bisa menceritakan dampak yang dirasakan secara langsung," pungkas Deni.

Presiden Prabowo dalam pidatonya menegaskan komitmennya melanjutkan program MBG sebagai bagian dari upaya mengatasi stunting dan gizi buruk. Prabowo menyebut masih terdapat daerah dengan angka stunting yang tinggi. Karena itu, program MBG akan terus dilanjutkan dengan sejumlah perbaikan dan efisiensi.

Prabowo juga menyampaikan pemerintah telah mendirikan 10.000 Koperasi Desa Merah Putih, dengan sekitar 3.300 koperasi disebut telah beroperasi optimal. Pemerintah menargetkan jumlah Koperasi Desa Merah Putih mencapai 30.000 unit pada akhir tahun.

target besar tersebut harus diikuti dengan evaluasi dan pengawasan ketat agar program prioritas pemerintah tidak hanya terlihat besar secara angka, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8619304/waka-dprd-jatim-soroti-capaian-mbg-hingga-kopdes-merah-putih