Subang, Jalancagak.com

Donald Trump di Miami pada hari Jumat (09/10) untuk membahas "gagasan baru" dalam mengakhiri perang Rusia di Ukraina.

Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi pertemuan tersebut pada Kamis (08/10) malam. Konfirmasi tersebut keluar setelah serangan Rusia yang menghancurkan sebuah bus dan menewaskan 30 warga sipil di kota garis depan Kramatorsk, di wilayah timur Ukraina.

sebuah rudal Rusia menghantam gedung apartemen lima lantai di wilayah Chernihiv, Ukraina utara dan menewaskan 22 warga, termasuk lima anak-anak.

Zelenskyy juga menyatakan bahwa lebih dari 70 orang tewas akibat serangan Rusia ke Ukraina dalam dua hari terakhir.

" kata Zelenskyy. Presiden Ukraina tersebut juga menambahkan, "Pertemuan ini diperkirakan berlangsung selama dua hari. Kami juga berharap perwakilan dari Eropa dapat bergabung dalam perundingan tersebut."

Kyrylo Budanov, beserta sejumlah pejabat senior lain, termasuk Rustem Umerov, Sergiy Kyslytsya, dan David Arakhamia, akan turut hadir.

"Mereka akan membahas gagasan dan usulan baru yang mulai dikembangkan oleh para perwakilan AS bersama pihak Rusia dan Ukraina selama kunjungan mereka baru-baru ini."

yang akan semakin berat jika perang terus berlanjut," kata sumber AS tersebut.

Zelenskyy mendesak AS untuk segera memenuhi permintaannya dalam memperluas akses Ukraina ke layanan satelit Starlink milik Elon Musk. Hal tersebut guna membantu Ukraina untuk menarget peluncur rudal balistik milik Rusia.

karena kalian pernah membukanya ketika menghadapi Iran. Saya sudah pernah menyampaikannya secara terbuka untuk memberikan akses kepada kami. Bantu kami membela wilayah udara kami dan menguasainya kembali. Maka, setelah itu Putin akan duduk di meja perundingan," katanya.

Zelenskyy lebih lanjut menuduh bahwa AS tidak mau menekan Rusia untuk segera berunding. Selain itu ia menekankan bahwa pengaktifan Starlink tidak akan membebani Washington sama sekali.

di mana kebenarannya, di mana kejujurannya? Di mana kebuntuannya? Ini lebih tepat disebut keengganan," pungkasnya.

Marco Rubio pada hari Rabu (07/10). Rubio menyebut bahwa perang di Ukraina berada dalam kebuntuan.

Dmitry Peskov pada hari Kamis (08/10) mengatakan bahwa ia sependapat dengan penilaian Rubio. Peskov menambahkan bahwa ia tidak melihat peluang dalam waktu dekat terkait adanya pertemuan tinggi antara tiga pihak, yaitu Presiden Rusia Vladimir Putin, Zelenskyy, dan Trump.

"Kita tidak bisa, di satu sisi, bernegosiasi dengan pihak Rusia mengenai proyek-proyek ekonomi di masa depan, sementara di sisi lain mengatakan bahwa kita berada dalam semacam kebuntuan diplomatik."

"Kita tidak berada dalam jalan buntu diplomatik."

Zelenskyy juga menyerukan sanksi yang lebih keras untuk melumpuhkan perekonomian Rusia. Isu tersebut juga diperkirakan akan didorong oleh para pejabat Ukraina kepada pihak AS dalam pertemuan tersebut.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam Bahasa Inggris

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/dw/d-8700844/ukraina-eropa-as-gelar-pertemuan-bahas-upaya-akhiri-konflik-rusia-vs-ukraina