Teriakan 'Matilah Amerika' Bergema di Pemakaman Khamenei
Ayatollah Ali Khamenei, secara resmi dimulai di Teheran, ibu kota Iran pada hari Sabtu (4/7) pagi waktu setempat. Acara ini dihadiri ribuan orang dan dimaksudkan sebagai demonstrasi kekuatan kepada musuh-musuh Republik Islam tersebut.
Ribuan pelayat yang membawa spanduk merah -- simbol pembalasan -- berkumpul di halaman kompleks keagamaan Grand Mosalla yang luas di Teheran menunggu kedatangan peti mati Khamenei.
Sabtu (4/7/2026), teriakan "matilah Amerika" dan "balas dendam, balas dendam" bergema di tempat tersebut.
prosesi pemakaman akan berlangsung selama enam hari.
Jurnalis AFP lainnya melihat para pelayat berjalan beberapa kilometer untuk mencapai tempat tersebut. Ratusan warga sudah menunggu sejak Jumat malam di luar Grand Mosalla.
itulah sebabnya menunggu seperti ini tidak menyakitkan atau sulit bagi kami," kata seorang warga Iran, Somayye Hamedi.
dengan jalan-jalan diblokir dan wilayah udara diperkirakan akan ditutup. Ini merupakan acara publik berskala terbesar di Iran sejak pemakaman pendahulu Khamenei, Ruhollah Khomeini pada tahun 1989.
ketika prosesi akan melewati jalanan Teheran. Pada hari Selasa mendatang, peti jenazah akan dipindahkan ke pusat keagamaan Qom, sebelum dipindahkan pada hari Rabu ke kota-kota suci bagi Muslim Syiah di Irak yang bertetangga, kemudian menuju pemakaman pada hari Kamis mendatang di kota kelahiran Khamenei, Mashhad, di timur laut Iran.
yang negaranya telah menjadi mediator antara Iran dan AS. Juga mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang sekarang menjabat sebagai wakil kepala dewan keamanan Rusia, yang hadir mewakili Presiden Vladimir Putin.
Hamas dan kelompok milisi Lebanon, Hizbullah, keduanya didukung oleh Teheran, juga mengirimkan utusannya. Begitu pula dengan pemerintah Taliban di Afghanistan.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8559432/teriakan-matilah-amerika-bergema-di-pemakaman-khamenei