Subang, Jalancagak.com

Militer Israel telah menjarah dan menghancurkan tiga sekolah di Lebanon selatan, menurut menteri pendidikan negara tersebut.

Israel “menjarah” sekolah-sekolah tersebut sebelum menggunakan bahan peledak untuk menghancurkannya menjadi “tumpukan abu”, kata Menteri Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Rima Karami dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Nasional (NNA) milik pemerintah Lebanon pada hari Jumat.

Karami mengatakan sekolah-sekolah tersebut telah ditambahkan ke dalam daftar institusi pendidikan yang hancur selama konflik.

Pertempuran di Lebanon meningkat menjadi perang skala penuh pada bulan Maret setelah berbulan-bulan terjadi pertukaran lintas batas antara Israel dan Hizbullah menyusul dimulainya genosida di Gaza pada bulan Oktober 2023. Israel mengatakan mereka menargetkan Hizbullah.

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengatakan pada bulan Juni bahwa 17 sekolah di Lebanon telah hancur dan lebih dari 100 rusak. Penghancuran terbaru menjadikan jumlah sekolah yang hancur menjadi sedikitnya 20 sekolah.

Sekitar 500.000 anak-anak Lebanon masih tidak bersekolah karena konflik tersebut, menurut UNESCO, yang memperingatkan bahwa gangguan pendidikan yang berkepanjangan dapat menimbulkan konsekuensi jangka panjang bagi perkembangan dan kesejahteraan anak-anak.

Penghancuran sekolah dan sistem pendidikan di Lebanon terjadi “di depan mata seluruh dunia”, kata Karami, meskipun ada komitmen internasional untuk melindungi sekolah selama konflik bersenjata.

Dia meminta komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangan terhadap institusi pendidikan dan melindungi sekolah dari operasi militer.

Menurut pihak berwenang Lebanon, serangan Israel sejak Maret telah menewaskan sedikitnya 4.324 orang, melukai 12.223 orang, dan membuat lebih dari satu juta orang mengungsi. Korban tewas termasuk 250 anak-anak.

Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS pada tanggal 26 Juni, yang mengatur penarikan bertahap Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki. Perjanjian tersebut tidak menetapkan jadwal penarikan, dan malah menghubungkannya dengan perlucutan senjata Hizbullah di wilayah pendudukan.

Program Pembangunan PBB (UNDP) memperkirakan lebih dari 11.000 bangunan di Lebanon selatan telah hancur sejak konflik meningkat pada bulan Maret.

Artikel Telah Tayang di : https://www.aljazeera.com/news/2026/7/18/israeli-army-destroys-three-schools-in-southern-lebanon-minister-says