Tak Jamin Penghentian Agresi Israel, Hezbollah Tolak Kesepakatan Gencatan Senjata
Sekretaris Jenderal Hezbollah, Naim Qassem menegaskan kelompoknya tidak akan menerima kesepakatan yang dianggap merugikan rakyat Lebanon.
Menurutnya, penghentian pertempuran hanya dapat dilakukan jika Israel menghentikan seluruh serangan militernya dan menarik pasukan dari wilayah yang masih diduduki di Lebanon selatan.
Ia juga menolak tuntutan agar Hezbollah mundur ke utara Sungai Litani sebagaimana tercantum dalam proposal yang diajukan Washington. Al-Mayadeen melaporkan, Jumat (5/6).
Kesepakatan yang diumumkan pekan ini sebelumnya telah mendapat dukungan dari pemerintah Lebanon dan Israel. Dalam proposal tersebut, Hezbollah diminta menghentikan seluruh serangan roket dan drone.
Sementara Angkatan Bersenjata Lebanon akan mengambil alih sejumlah zona keamanan di wilayah selatan negara itu. Namun, penolakan Hezbollah membuat implementasi kesepakatan tersebut berada dalam ketidakpastian.
Di tengah upaya diplomatik tersebut, serangan udara Israel dilaporkan masih berlangsung di sejumlah wilayah Lebanon. Beberapa laporan menyebutkan korban jiwa terus bertambah, jutaan warga terdampak akibat konflik berkepanjangan yang telah memicu gelombang pengungsian terbesar di Lebanon dalam beberapa tahun terakhir.
Hezbollah menegaskan tidak akan menerima gencatan senjata yang hanya mengikat satu pihak, sementara Israel tetap melanjutkan operasi militernya.
Hezbollah berulang kali menuntut penghentian penuh serangan di darat, laut, dan udara sebagai syarat utama menuju kesepakatan yang dapat diterapkan secara adil.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/tak-jamin-penghentian-agresi-israel-hezbollah-tolak-kesepakatan-gencatan-senjata/