Subang, Jalancagak.com

Angga dan Titin Rita Lestari, melakukan perubahan audit keuangan terkait predikat Wajib Tanpa Pengecualian (WTP) di wilayah selain Kabupaten Muara Enim. Dugaan ini pun diperdalam oleh KPK saat memeriksa Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto (AG).

dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan fakta bahwa Angga dan Titin juga melakukan audit keuangan di beberapa wilayah lain selain Muara Enimn. Dua wilayah lainnya yang diketahui sejauh ini yaitu PALI dan Empat Lawang.

karena ada pola yang mungkin atau peluang-peluang untuk dilakukan pendalaman, apakah yang terjadi di Muara Enim itu modelnya sama dengan di daerah-daerah lain yang dilakukan oleh baik itu tersangka A atau tersangka T, begitu," tutur Taufik saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).

keterangan dari Bupati PALI menjadi penguat bagi penyidik dalam memperoleh niat jahat dari kedua tersangka.

begitu, bahwa niat atau mens rea-nya dari si tersangka, yaitu si auditor BPK dan perantara yang si tersangka A ini, untuk kemudian mengatur atau mengondisikan hasil-hasil, temuan-temuan, yang diperoleh oleh tim pemeriksa BPK yang Kanwil Provinsi Sumsel begitu. Jadi ini masih didalami lagi oleh tim penyidik," ungkap Taufik.

untuk menambah bukti bahwa perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tersangka di Muara Enim itu juga ini ada wilayah-wilayah lain, begitu," pungkasnya.

KPK telah memeriksa Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto (AG). KPK menemukan dugaan adanya permintaan Bupati Asgianto agar wilayahnya juga memperoleh predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) kepada pihak BPK, seperti Kabupaten Muara Enim.

salah satu tersangka dalam kasus suap BPK, agar wilayahnya memperoleh predikat WTP.

yang juga menjadi tersangka dalam perkara ini, dan juga kepada Saudara BB (Bobby Adhityo Rizaldi) yang sebelumnya juga pernah dilakukan pemanggilan sebagai saksi. Bagaimana agar Kabupaten PALI ini bisa mendapatkan opini WTP," ungkap Budi, Selasa (18/8).

dari keterangan Asgianto, penyidik turut memperoleh informasi jika praktik ini terjadi di sejumlah daerah lainnya.

tidak hanya terjadi di Kabupaten Muara Enim, tapi juga diduga terjadi di daerah-daerah lain. Untuk itu penyidik masih akan terus mendalami, menelusuri adanya dugaan praktik-praktik serupa," katanya.

Bupati Muara Enim Edison ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (8/6). KPK kemudian menetapkan Edison sebagai tersangka pada Selasa (9/6).

KPK menetapkan tiga orang lain sebagai tersangka. Berikut ini identitas para tersangka:1. Bupati Muara Enim, Edison2. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani.3. Keponakan Bupati, Adi Triyadi4. Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.

KPK menduga Edison menerima suap Rp 500 juta dari Cory. Suap diduga diterima lewat Abi Nurwardani.

Abi menerima setoran duit dari rekanan dinas lainnya di Muara Enim. KPK menyita duit sekitar Rp 1,9 miliar dalam perkara ini.

KPK juga melakukan OTT terhadap lima ASN BPK. KPK kemudian menetapkan lima tersangka kasus dugaan suap dari pihak Edison ke pihak BPK. KPK mengungkap pihak BPK meminta Rp 1,6 miliar untuk mengubah hasil audit.

Lima orang ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Berikut identitasnya:1. Angga selaku pihak swasta2. Titin Rita Lestari selaku ASN BPK atau Pengendali Teknis.3. Edison selaku Bupati Muara Enim4. Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi5. Fika selaku pihak Direktur PT Millenium Solusi Abadi.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8626314/tak-cuma-di-muara-enim-kpk-temukan-dugaan-sulap-laporan-bpk-di-2-wilayah-ini