Tahanan Palestina Meninggal di Penjara Israel
Namun, pihak berwenang Israel tidak memberikan penjelasan rinci mengenai kondisi maupun обстоятельства yang menyebabkan kematiannya. Wafa melaporkan.
Komisi Urusan Tahanan Palestina dan Perhimpunan Tahanan Palestina (PPS) menyatakan Sarhan merupakan warga Haifa yang ditangkap sejak 15 Oktober 2001 dan sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup.
Menurut kedua lembaga tersebut, selama tahun-tahun awal penahanannya ia mengalami interogasi berkepanjangan dan penyiksaan sistematis yang berdampak serius terhadap kondisi kesehatannya hingga akhir hayat.
Dalam pernyataannya, kedua lembaga itu menjelaskan bahwa kondisi kesehatan Sarhan terus memburuk selama bertahun-tahun.
Ia diketahui menderita penyakit jantung kronis, gangguan pembuluh darah, serta tekanan darah tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, ia bahkan harus menggunakan kursi roda akibat penurunan kesehatan yang parah, namun tetap ditahan dalam kondisi yang dinilai keras dan tidak manusiawi.
Lembaga pembela tahanan Palestina menilai kematian Sarhan merupakan bagian dari praktik kelalaian medis yang telah lama dikeluhkan para tahanan Palestina di penjara Israel.
Mereka menegaskan bahwa kebijakan penjara Israel terhadap tahanan Palestina semakin memburuk sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023, ditandai dengan meningkatnya laporan penyiksaan, isolasi, pembatasan hak-hak dasar, serta keterlambatan penanganan medis.
Menurut data yang dirilis kedua organisasi tersebut, kematian Sarhan menambah jumlah tahanan Palestina yang meninggal di dalam penjara Israel sejak 7 Oktober 2023 menjadi 90 orang yang identitasnya telah terkonfirmasi.
Sementara itu, jumlah keseluruhan tahanan Palestina yang meninggal dalam tahanan Israel sejak 1967 telah mencapai 327 orang. Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah gerakan tahanan Palestina.
Saat ini lebih dari 9.400 warga Palestina masih ditahan di berbagai penjara Israel, termasuk 3.324 tahanan administratif yang ditahan tanpa dakwaan maupun proses pengadilan, serta 1.316 orang yang diklasifikasikan sebagai “kombatan tidak sah”.
Organisasi-organisasi hak asasi manusia Palestina mendesak komunitas internasional dan lembaga hukum internasional untuk melakukan penyelidikan independen atas kematian Sarhan serta mengambil langkah nyata guna menghentikan impunitas dan pelanggaran hak-hak tahanan Palestina.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/tahanan-palestina-meninggal-di-penjara-israel-2/