Subang, Jalancagak.com

Depok, menjadi alarm atas persoalan pengelolaan sampah yang semakin mendesak.

Ia menilai insiden yang terjadi setelah kebakaran di TPA Jatiwaringin tersebut menunjukkan adanya pola berulang yang mengindikasikan masih lemahnya tata kelola sampah saat ini.

itu artinya sistem kita belum bekerja, khususnya sistem pengawasan dan penindakan di TPA. Saat ini kita terus disibukkan oleh upaya-upaya penanganan bencana TPA, seperti longsornya timbunan sampah dan kebakaran. Kita perlu melakukan intervensi segera dan tegas untuk mencegah terulangnya bencana di TPA di seluruh Indonesia," tegas Eddy, Sabtu (18/7/2026).

Waketum PAN ini konsisten mengingatkan bahwa pendekatan pengelolaan sampah di Indonesia masih terlalu bertumpu pada landfill yang sudah tidak memadai. Menurutnya, tanpa transformasi kebijakan dan teknologi, kejadian serupa akan terus berulang.

rawan kebakaran, dan menjadi sumber pencemaran. Kalau tidak ada perubahan mendasar maka situasi saat ini berpotensi menjadi krisis yang memuncak sewaktu-waktu dan merugikan masyarakat" lanjutnya.

Doktor Ilmu Politik UI ini menegaskan percepatan implementasi teknologi Waste to Energy (WTE) adalah solusi mengurangi volume sampah sekaligus bagian dari strategi ketahanan energi nasional.

WTE juga menghasilkan energi terbarukan. Ini menjawab dua masalah sekaligus: krisis sampah dan kebutuhan energi bersih," jelasnya.

Eddy juga menekankan pentingnya pembenahan dari hulu melalui pendekatan berbasis masyarakat. Ia pun konsisten mendorong penguatan edukasi publik, pengurangan sampah dari sumber, serta pengembangan ekonomi sirkular.

mengurangi, dan mengelola sampahnya sendiri. Pemerintah harus hadir dengan sistem yang mendukung itu," ujarnya.

pendekatan berbasis komunitas terbukti lebih berkelanjutan jika didukung oleh kebijakan yang tepat.

tapi perilaku dan kesadaran kolektif juga harus terus diperkuat sebagai solusi bersama," kata Anggota Komisi XII DPR RI ini.

mekanisme pengawasan di TPA, serta penindakan terhadap illegal dumping perlu diperkuat. Kita menghasilkan sampah jenis basah dari sisa makanan dalam jumlah besar. Gas methane yang dihasilkan sangat buruk untuk lingkungan dan mudah memicu terjadinya kebakaran. Oleh karenanya, saya meminta Pemda di seluruh Indonesia segera mengawasi TPA secara intensif untuk mencegah bencana kebakaran dan longsor yang telah berulang terjadi," pungkas Eddy.

Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/berita/d-8579881/soroti-kebakaran-tpa-waka-mpr-tekankan-pembenahan-hulu-dan-pengawasan