Sinyal Kesepakatan AS-Iran Tekan Dolar dan Angkat Sentimen Pasar
Optimisme terhadap jalur diplomasi tersebut membuat investor mulai mengurangi permintaan terhadap aset aman dan beralih ke instrumen yang lebih berisiko. Al-Jazeera melaporkan, Jumat (12/6).
Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat turun sekitar 0,3 persen pada perdagangan penutupan Kamis (11/6).
Pelemahan tersebut terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan pembahasan mengenai kesepakatan dengan Iran telah memasuki tahap akhir dan membatalkan rencana serangan terhadap Teheran.
Harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong penguatan sejumlah mata uang utama, termasuk euro dan pound sterling. Di saat yang sama, pasar saham global bergerak positif karena investor menilai risiko konflik yang dapat mengganggu perdagangan dan pasokan energi dunia mulai berkurang.
Perkembangan hubungan AS-Iran menjadi faktor penting yang memengaruhi arah pasar keuangan internasional dalam beberapa bulan terakhir. Ketika risiko konflik meningkat, investor cenderung memburu dolar sebagai aset safe haven. Sebaliknya, ketika peluang diplomasi menguat, permintaan terhadap dolar biasanya menurun.
Sentimen positif tersebut juga berdampak pada pasar komoditas. Harga minyak dunia mengalami penurunan karena berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari kawasan Teluk, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi global.
Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu kepastian hasil negosiasi antara Washington dan Teheran. Sejumlah pengamat mengingatkan bahwa setiap perubahan sikap dari kedua negara berpotensi kembali memicu volatilitas pada pasar mata uang, energi, dan saham global dalam waktu singkat.
Artikel Telah Tayang di : https://minanews.net/sinyal-kesepakatan-as-iran-tekan-dolar-dan-angkat-sentimen-pasar/