Subang, Jalancagak.com

JAKARTA – Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema "Urgensi Kelembagaan Bank Petani dan Nelayan sebagai Instrumen Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional". Forum ini menjadi bagian dari upaya PKS menyiapkan gagasan strategis yang dapat menjadi solusi bagi persoalan sektor pertanian dan perikanan nasional.

FGD yang berlangsung di Aula Kantor DPTP PKS, Senin, (13/07/2026) ini menghadirkan Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB University Prof. Muhammad Firdaus dan Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) Handi Risza.

Dalam pemaparanya, Handi Risza menyampaikan bahwa gagasan Bank Petani dan Nelayan merupakan momentum bagi PKS untuk terus menghadirkan solusi konkret bagi bangsa, khususnya di kedaulatan pangan.

"Meski Pemilu masih jauh, PKS harus terus memproduksi ide dan gagasan strategis. Bank Petani dan Nelayan adalah salah satu solusi yang dapat memperkuat pembiayaan sektor pertanian dan perikanan sekaligus mendukung agenda kedaulatan pangan nasional," ujarnya.

Menurut Handi, hingga lebih dari 80 tahun Indonesia merdeka, belum ada lembaga perbankan yang secara khusus berfungsi membiayai sektor pertanian dan perikanan. Padahal, sektor pertanian menyerap hampir 30 persen tenaga kerja nasional, namun kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) dan akses pembiayaannya masih relatif rendah.

Ia menjelaskan, program prioritas pemerintah dalam RPJMN 2025–2029 yang menempatkan kedaulatan pangan sebagai agenda utama membutuhkan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Karena itu, dibutuhkan inovasi kelembagaan yang mampu melengkapi peran APBN dalam membiayai pembangunan sektor pangan.

Handi juga menyoroti tantangan regenerasi petani dan nelayan, rendahnya akses permodalan, tingginya risiko usaha akibat faktor cuaca, serta karakteristik usaha pertanian yang berbeda dengan skema pembiayaan perbankan umum.

"Karena itu diperlukan lembaga keuangan yang benar-benar memahami karakter usaha petani dan nelayan, sehingga mampu menyediakan produk pembiayaan yang sesuai, meningkatkan kesejahteraan mereka, mengurangi ketimpangan ekonomi pedesaan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya.

Dalam paparannya, Handi menyebut sejumlah negara telah berhasil mengembangkan bank khusus sektor pertanian, seperti Agrobank Malaysia, Farm Credit System di Amerika Serikat, NABARD India, serta Land Bank Filipina. Model-model tersebut dinilai dapat menjadi referensi dalam merumuskan konsep Bank Petani dan Nelayan di Indonesia.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/siapkan-gagasan-kampanye-pks-bahas-bank-petani-nelayan-untuk-kedaulatan-pangan