Subang, Jalancagak.com

JAKARTA — Pakar Hubungan Internasional Shofwan Al Banna mengajak generasi muda berani mempertanyakan berbagai struktur ketimpangan yang masih menghambat terwujudnya kemerdekaan substantif di Indonesia.

Hal itu disampaikan Shofwan dalam diskusi Indonesia Muda Bicara edisi menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia bertema “... Adalah Hak Segala Bangsa” yang digelar Bidang Kepemudaan DPP PKS di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta, Sabtu (15/08/2026).

Shofwan mengatakan bahwa kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai berakhirnya kolonialisme secara formal. Menurutnya, sejumlah struktur yang diwariskan kolonialisme masih terlihat dalam ketimpangan ekonomi dan ketimpangan internasional.

“Jangan-jangan struktur yang membuat kita tidak bebas masih ada. Masih ada ketimpangan internasionalnya, masih ada ketimpangan nasionalnya,” ujarnya.

Ia menilai ketergantungan terhadap komoditas dan sektor ekstraktif membuat Indonesia rentan terhadap kondisi internasional yang tidak stabil. Karena itu, persoalan kemerdekaan tidak cukup diselesaikan secara parsial, tetapi perlu melihat struktur yang melahirkan ketimpangan tersebut.

Shofwan mengingatkan generasi muda agar meneruskan tradisi para pendahulu yang berani mempertanyakan realitas ketidakadilan. Menurutnya, kemerdekaan juga lahir dari keberanian untuk bertanya dan mencari perubahan.

“Kita tunggu anak-anak muda untuk mengingatkan supaya kita tidak diserap dalam belenggu ekstraktivisme, tapi benar-benar membawa semangat kemerdekaan,” katanya.

Ia menegaskan, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan bangsa. Mereka perlu memahami struktur yang bekerja di balik persoalan tersebut agar perubahan yang dilakukan tidak sekadar menyelesaikan gejala, tetapi menyentuh akar masalah.

Artikel Telah Tayang di : https://pks.id/content/shofwan-al-banna-generasi-muda-harus-berani-pertanyakan-struktur-ketimpangan