Serangan Udara Israel Hantam Rumah di Gaza, 6 Orang Sekeluarga Tewas
enam orang di antaranya sekeluarga usai serangan Israel menghantam rumah mereka.
Selasa (21/7/2026), gencatan senjata yang rapuh masih berlaku antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas. Namun hal itu tidak menghentikan kekerasan di Jalur Gaza, dan upaya untuk mencapai kesepakatan permanen guna mengakhiri perang telah menemui jalan buntu.
Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza menyatakan telah menerima para jenazah serta korban luka-luka.
tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
jurnalis AFP melihat kerusakan parah pada rumah bertingkat yang hangus terbakar itu, yang atapnya telah runtuh hampir seluruhnya.
Kerabat berkumpul di rumah sakit. Beberapa orang menangis saat jenazah seorang anak perempuan dimasukkan ke dalam kantong plastik putih dan diletakkan di samping jenazah lainnya yang dibungkus selimut tebal.
" kata Ahmed al-Masri, yang memperkenalkan dirinya sebagai penyintas serangan tersebut.
namun saya tidak mampu menyelamatkan mereka," tambahnya.
istrinya, dan keempat anak mereka."
Ia sempat membantu anak-anaknya melarikan diri melalui jendela saat kobaran api melahap bangunan tersebut.
Youssef al-Masri, mengatakan serangan itu terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari, Selasa waktu setempat.
kami mendengar suara ledakan dahsyat dan mendapati bahwa rumah tersebut telah dihantam tembakan, hancur, dan dilalap api," ujarnya.
tempat kekerasan terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 57 warga Palestina dalam kurun waktu 13 hingga 20 Juli.
" ujar juru bicara kantor HAM PBB, Thameen Al-Kheetan, kepada para wartawan di Jenewa.
militer Israel telah mengumumkan serangkaian serangan di wilayah tersebut yang menyasar anggota Hamas dan Jihad Islam; mereka dituduh terlibat dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang, atau terlibat dalam penyanderaan setelah peristiwa tersebut.
menurut data kementerian kesehatan Gaza-yang beroperasi di bawah otoritas Hamas dan datanya dianggap dapat diandalkan oleh PBB.
serta seorang kontraktor sipil.
Pembatasan yang diberlakukan terhadap media dan terbatasnya akses di Gaza menghalangi AFP untuk memverifikasi secara independen jumlah korban atau meliput secara bebas kekerasan yang terjadi di sana.
Artikel Telah Tayang di : https://news.detik.com/internasional/d-8584478/serangan-udara-israel-hantam-rumah-di-gaza-6-orang-sekeluarga-tewas